Universitas Airlangga Official Website

Penambatan Molekul Derivat Asam Ferulat Pada Fgfr1, Prediksi Admet Dan Analisis Qspr

Penambatan Molekul Derivat Asam Ferulat Pada Fgfr1, Prediksi Admet Dan Analisis Qspr
Sumber: Klikdokter

Hingga saat ini kanker payudara masih menjadi penyakit yang menakutkan sebagai penyebab kematian di seluruh dunia. Pengobatan dengan obat sitotoksik masih menimbulkan reproliferasi sel kanker, sehingga diperlukan strategi untuk menghentikan berkembangnya sel kanker. Salah satunya adalah dengan menghambat proses angiogenesis. FGFR-1 merupakan reseptor angiogenik yang berperan besar dalam jalur pertumbuhan kanker payudara. Obat penghambat angiogenesis yang beredar memiliki efek samping yang signifikan. Oleh karena itu, penelitian untuk menemukan agen antiangiogenik guna mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang baik masih diperlukan. Pada penelitian ini, dilakukan desain kandidat antiangiogenik baru dari hasil modifikasi struktur asam ferulat (FA) melalui studi penambatan molekul pada FGFR1. Selain itu, profil ADME juga dipelajari dengan komputasi kimia atau in silico. Hubungan antara struktur turunan asam ferulat dengan sifat farmakokinetiknya dipelajari melalui analisis QSPR.

Program yang digunakan untuk penambatan molekul adalah Autodock Tools, sedangkan prediksi ADME menggunakan program SwissADME. Pendekatan multiple linier regression (MLR) digunakan untuk menentukan model Quantitative Structure Property Relationship (QSPR).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa FA-8 dan FA-18, yaitu turunan asam karboksilat  yang berubah menjadi ester pada gugus karboksilatnya (FA-8), dan gugus fenol menjadi ester  aromatis yang tersubtitusi metil  pada posisi –para (FA-18) memiliki ikatan energi bebas, dan konstanta inhibisi terendah, serta penyerapan GI tinggi. Interaksi antara FA-8 dengan FGFR-1 dipengaruhi oleh  banyaknya ikatan hydrogen yang terbentuk, sedangkan pada senyawa FA-18 interaksi dengan  FGFR1 dipengaruhi oleh adanya interaksi hidrofobik.

Analisis QSPR menghasilkan model persamaan: Log HIA = 0,018 Log P2 + 0,069 Log P + 0,020 CMR + 0,001 Etotal + 1,771 dengan n = 24, koefisien korelasi (r) = 0,621, nilai p = 0,046 dan nilai F = 2,975. Berdasarkan persamaan QSPR tersebut diambil kesimpulan bahwa modifikasi FA menjadi ester baik di gugus asam karboksilat maupun gugus fenil, akan meningkatkan profil ADME berupa peningkatan absorsi intestinal (HIA). Prediksi bioavailabilitas tersebut didukung oleh Log P yang tinggi, refraksi molar (CMR), dan faktor elektronik (Etotal). Peningkatan lipofilisitas diprediksi dapat memperbaiki sifat farmakokinetik kandidat obat turunan asam ferulat.

Penulis: Dr. Juni Ekowati, Dra., M.Si., Apt

Laporan lengkap penelitian ini dapat dibaca pada Pharmacy Education Journal tahun 2024 Vol. 24 | No.3 halaman 178-184.  https://doi.org/10.46542/pe.2024.243.178184

Baca juga: Efikasi Diri dan Pentingnya Pengetahuan Wanita Usia Subur dalam Deteksi Dini Kanker Serviks