Guided bone regeneration (GBR) merupakan terapi alternatif untuk rekonstruksi defek tulang kraniofasial melalui implantasi membran, yaitu membran inovasi yang di hasilkan dari rancang bangun melalui penelitian Pratiwi Soesilawati, dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Demineralized dentin material membrane (DDMM) digunakan sebagai pengganti material GBR, yang diselaraskan dengan prinsip Green Economy pada SDGs.
Membran ini memiliki efek biologis untuk osteoinduktif dan osteokonduktif yang baik, dan strukturnya menyerupai tulang. Keseimbangan remodeling tulang ketika mengalami defek kraniofasial akan berubah dan terjadi perubahan aktivitas resorpsi, sehingga mekanisme osteoklastogenesis dan resorpsi tulang menjadi sangat penting diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekspresi TNF-α, RANKL, dan jumlah sel osteoklas setelah aplikasi DDMM sebagai GBR pada defek tulang mandibula.
Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan desain post-test only control group design, yang dimulai dengan pengacakan 120 tikus menjadi lima kelompok: K(-), tanpa implantasi membran; K(+), PPCM; P1, DDMM; P2, DDMM + cangkok tulang; P3, PPCM + cangkok tulang. Ekspresi TNF-α , RANKL, dan jumlah sel osteoklas diamati, diikuti dengan analisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji perbandingan Tukey HSD post hoc. Hasil dari penelitian ini, terdapat perbedaan signifikan dalam ekspresi TNF-α, RANKL, dan jumlah sel osteoklas pada semua kelompok (p=0,000). TNF-α menunjukkan penurunan ekspresi dengan ekspresi tertinggi pada kelompok K(-) pada hari ke-3 sebesar 12,00±2,16. Ekspresi RANKL meningkat pada hari ke-14 dan menurun pada hari ke-21 pada semua kelompok. Jumlah sel osteoklas secara umum menunjukkan perubahan, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok K(-) pada hari ke-14 sebesar 73,00±0,00. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa DDMM berpotensi menjadi pengganti membran GBR yang telah beredar di pasaran, dengan keunggulan pada terapi alternatif pada rekonstruksi defek tulang kraniofasial.
Penulis: Dr. Pratiwi Soesilowati, drg., M.Kes.
Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://www.scielo.br/j/jaos/a/Y7sfP9C6WFdLkXvwcBcG6CK/?format=pdf&lang=en





