UNAIR NEWS – Dalam upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 1 (No Poverty) dan poin 10 (Reduced Inequalities), mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK7) melakukan pendampingan kegiatan posyandu di Desa Wiyu. Pendampingan dilaksanakan di dua dusun, yakni Dusun Wiyu pada 7 Januari 2026 dan Dusun Tlebuk pada 13 Januari 2026. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan layanan kesehatan dasar bagi balita, lansia, serta masyarakat umum, sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan yang merata.
Sebelum kegiatan posyandu dimulai pada pukul 08.00 WIB, mahasiswa bersama petugas posyandu, bidan desa dan warga sekitar terlebih dahulu mengikuti senam pagi yang dipimpin oleh 4 mahasiswa perempuan. Aktivitas ini menjadi pembuka kegiatan sekaligus sarana membangun kebersamaan dan mendorong penerapan gaya hidup aktif di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaan kegiatan rutin posyandu, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai tahapan pelayanan. Kegiatan dimulai dari proses pendaftaran peserta, dilanjutkan dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan serta lingkar perut balita, ibu hamil, ibu balita dan lansia. Selain itu, mahasiswa juga membantu pelaksanaan pemeriksaan tekanan darah bagi peserta posbindu seperti ibu hamil dan ibu balita serta lansia yang berusia 60 tahun keatas. Langkah terakhir kegiatan adalah penyerahan obat-obatan bagi peserta yang membutuhkan yang dilakukan dengan pendampingan bidan desa untuk memastikan ketepatan dan keamanan pelayanan medis.
Kegiatan posyandu ini diikuti oleh cukup banyak peserta. Jumlah peserta kegiatan posyandu di Dusun Wiyu tercatat sebanyak 99 orang. Sementara itu, kegiatan posyandu di Dusun Tlebuk diikuti oleh peserta dengan jumlah sebesar 150 orang. Di kedua dusun tersebut mayoritas peserta merupakan balita dan ibunya yang menyumbang angka kisaran 70% peserta.
Melalui kegiatan pendampingan posyandu ini, mahasiswa Universitas Airlangga berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat serta membantu mengurangi kesenjangan akses kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata keterlibatan mahasiswa dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.





