Universitas Airlangga Official Website

Pendidikan Gizi Melalui Kelas Ibu Hamil di Kota Surabaya

Kelas ibu hamil, sebuah program yang telah diinisiasi oleh Departemen Kesehatan RI sejak tahun 2008 dan mulai diterapkan pada tahun 2009. Program ini berfungsi sebagai wadah bagi ibu hamil untuk bersama-sama belajar mengenai berbagai aspek kesehatan ibu hamil, termasuk perawatan selama kehamilan, proses persalinan, perawatan pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, pencegahan penyakit menular, dan pendaftaran akte kelahiran melalui sesi tatap muka bersama dalam kelompok. Pendidikan gizi melalui kelas ibu hamil penting untuk dilakukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan merubah perilaku ibu hamil tentang pencegahan gangguan gizi selama kehamilan dan sesudah melahirkan. Sebagian besar puskesmas di Indonesia telah melaksanakan kelas ibu hamil. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang telah mencapai 99,69% pelaksanaan kelas ibu hamil. Demikian juga Kota Surabaya telah melaksanakan kelas ibu hamil di seluruh wilayah kerjanya. Meski demikian, dalam laporan pelaksanaannya masih terdapat beberapa permasalahan, diantaranya jumlah ibu hamil peserta kelas ibu hamil hanya mencapai 6,7%, hanya 6% suami yang terlibat dalam kelas ibu hamil, dan kurangnya fasilitator kelas ibu hamil.

Tujuan pendidikan gizi pada kelas ibu hamil di Surabaya adalah untuk mengevaluasi outcome pendidikan gizi pada tingkat individu. Penelitian Jamilah dkk (2023) secara khusus bertujuan untuk mengkaji dampak pendidikan gizi yang diberikan pada kelas ibu hamil terhadap perilaku ibu hamil mengenai pola makan, frekuensi, dan porsi makan. Disamping itu juga untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi terhadap kepatuhan konsumsi tablet suplementasi zat besi dan biskuit PMT pada ibu hamil, sehingga  tujuan akhirnya adalah untuk mengetahui keberhasilan program pendidikan gizi pada kelas ibu hamil di Surabaya.

Penelitian tersebut memberikan gambaran tentang program kelas ibu hamil, status implementasinya di Surabaya, dan hasil dari pendidikan gizi yang diberikan melalui program tersebut. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa program kelas ibu hamil memiliki dampak positif terhadap perilaku ibu hamil terkait pola makan, frekuensi, dan porsi makan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian besar ibu hamil mengonsumsi makanan tambahan dan meningkatkan asupan zat besi selama kehamilan. Namun, juga disarankan perlunya penelitian lanjutan untuk menentukan dampak pendidikan gizi terhadap kepatuhan konsumsi suplemen zat besi dan biskuit tambahan pada ibu hamil.

Penelitian Jamilah dkk (2023) juga menunjukkan bahwa program kelas ibu hamil di Surabaya, telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu hamil terkait gizi, termasuk konsumsi zat besi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan ketaatan ibu hamil dalam mengonsumsi suplemen zat besi. Namun, masih ada beberapa tantangan dan hambatan terkait suplementasi zat besi, seperti persepsi mengenai efek samping dan kurangnya dukungan keluarga Penelitian ini juga menemukan bahwa pengetahuan gizi memainkan peran sebagai perantara antara posisi sosial ekonomi dan kualitas diet pada ibu hamil. Secara keseluruhan, program kelas ibu hamil telah memberikan manfaat dalam meningkatkan status gizi dan perilaku ibu hamil di Surabaya.

Penulis: Lailatul Muniroh

Jurnal: EVALUATION INDIVIDUAL LEVEL OUTCOME OF NUTRITION EDUCATION IN SURABAYA PREGNANT WOMEN CLASS PROGRAM