n

Universitas Airlangga Official Website

Penelitian di Dua Negara, Tri Widiandani Lulus Terbaik S-3 Fak Farmasi UNAIR

terbaik
Tri Widiandani, dalam suatu aktivitas di suatu taman. (Foto: Ist)

UNAIR NEWS – Perjuangan Tri Widiandani bolak-balik antara Jogjakarta-Surabaya membuahkan hasil membanggakan. Perempuan tiga orang anak ini berhasil meraih predikat wisudawan terbaik S-3 Fakultas Farmasi UNAIR. Sekaligus ia dinobatkan wisudawan terbaik dengan IPK sempurna: 4.00. Bahkan penuturannya, ia menjalani penelitian disertasinya ini di empat tempat di dua Negara.

“Riset ini saya kerjakan di dua negara yakni Indonesia dan Jepang, tepatnya di UNAIR, UGM , Nara Institute Of Science and Technologi (NAIST), dan Hiroshima University,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Dian itu mengaku, tidak mudah menjalani riset ini, karena harus membagi waktu antara mengajar, berkuliah, dan keluarga. Dian memulai sebagai tenaga pendidik sejak 2005, hingga saat ini ia tercatat sebagai dosen di UNAIR. Tahun 2004 hingga 2013 ia pernah menjadi APA dan PSA Apotek Rumaisha Surabaya.

Perempuan yang juga sebagai pembina Yayasan Binar Indonesia ini mengangkat topik disertasi mengenai modifikasi struktur 13 senyawa turunan yang berjudul “Modifikasi Struktur N-(Alikarbamotionil)benzamida dan Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas Sitotoksinya Pada Sel Kanker Payudara MCF-7/HER-2”. Ia memilih topik itu karena kanker payudara menjadi salah satu penyebab kematian terbesar bagi kaum wanita di seluruh dunia.

“Hal ini dibuktikan dengan 30% kejadian itu disebabkan oleh ekspresi berlebih protein HER-2 dengan prognosis yang tidak baik,” terangnya.

Setelah lulus Doktor? Perempuan kelahiran Samarinda lebih memilih untuk menjalankan aktivitasnya lebih baik lagi, sebagai tenaga pendidik dan bagian dari keluarga dengan suami dan tiga anaknya. “Saya sudah berhutang kepada keluarga, karena sering saya tinggal untuk penelitian di dalam dan luar negeri, sehingga saya harus lebih banyak menyisihkan waktu untuk keluarga dan sebagai dosen,” ungkapnya.

Dian juga berpesan kepada mahasiswa dalam menyelesaikan penelitian atau tugas kuliah, untuk terus berusaha secara konsisten, jaga semangat, diupayakan setiap hari ada progress, dan melakukan hal yang menyenangkan ketika jenuh. “Yang terpenting doa dan restu keluarga,” imbuhnya. (*)

Penulis: Akhmad Janni

Editor: Nuri Hermawan, Bes.