Kecerdasan buatan, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan artificial intelligence (AI), berkembang begitu cepat dan penggunaannya sudah berdampak di berbagai bidang bisnis. Penggunaan AI telah memberikan berbagai manfaat, seperti mengefisiensikan pelaksanaan proses di organisasi. Selain itu, penggunaan AI juga memberikan kemudahan untuk analisis/informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan. Penelitian-penelitian terbaru dalam bidang tata kelola teknologi informasi (TI) telah banyak mengungkap tentang peran dan penerapan AI.
Penerapan TI seringkali tidak selaras dengan kebutuhan atau tujuan organisasi, yang berdampak negatif, sehingga tidak memberikan manfaat yang maksimal. Tata kelola TI bertujuan untuk menyelaraskan perencanaan dan penerapan TI dengan kebutuhan bisnis organisasi. Sehingga, organisasi mendapatkan manfaat dari penggunaan TI dan menjadikan TI sebagai bagian dari investasi organisasi.
Penerapan AI dalam tata kelola TI memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kinerja manajemen dan mengurangi biaya. Terkadang untuk menyelesaikan permasalahan terkait tata kelola TI, organisasi memerlukan biaya, waktu dan sumber daya yang sangat banyak. Seringkali Solusi yang dihasilkan tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan dan kebutuhan organisasi. AI dapat menyelesaikan permasalahan tersebut karena kemampuannya dalam menganalisis data berskala besar, sehingga informasi yang dihasilkan lebih komprehensif dan akurat untuk pengambilan keputusan. Sebagai contoh, pada era digital saat ini, organisasi menghadapi tantangan yang lebih kompleks terkait keamanan data, kepatuhan regulasi, dan pengelolaan risiko. AI dapat membantu mengidentifikasi berbagai risiko dari ancaman siber secara otomatis, berdasarkan data-data masa lalu sehingga solusi yang dibuat dapat membantu permasalahan secara faktual.
Tata kelola TI dilakukan dengan urutasn proses yang mengacu pada siklus Deming yang diperkenalkan oleh W. Edwards Deming. Siklus Deming yang terdiri dari plan, do, check, act (P-D-C-A) dirancang untuk membantu organisasi dalam peningkatan kualitas tata kelola TI-nya. Telah dilakukan kajian terkait penerapan AI pada setiap proses di siklus Deming. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan AI tidak merata pada semua proses tersebut.
Penerapan AI lebih banyak dilakukan pada tahapan plan, do, dan check, yang menekankan pada upaya terkait manajemen risiko TI, penyelarasan strategi TI, dan pengukuran kinerja TI. Penerapan AI pada upaya value delivery dan manajemen sumber daya TI belum banyak dilakukan. Beragamnya penerapan AI pada proses tata kelola TI ini dipengaruhi oleh kemampuan unik dari AI dan fokus spesifik dari setiap domain permasalahan. Di sisi lain, terdapat tantangan dan keterbatasan dalam pengintegrasian AI dengan proses tata kelola TI.
Terlepas dari tantangan-tantangan yang ada, potensi AI dalam tata kelola TI sangat besar, dengan harapan dapat meningkatkan pengambilan keputusan, mengoptimalkan efisiensi operasional, dan memperkuat manajemen risiko. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi dampak etis dari penerapan AI dan integrasinya dengan penggunaan teknologi baru. Kerangka kerja untuk penerapan AI pada tata kelola TI juga perlu untuk dikembangkan.
| Penulis Utama | : | Eva Hariyanti |
| Judul Artikel Jurnal | : | Implementations of Artificial Intelligence in Various Domains of IT Governance: A Systematic Literature Review |
| Link Artikel Jurnal | : | https://e-journal.unair.ac.id/JISEBI/article/view/48186 |
| Link Scopus | : | https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85176096021&origin=resultslist |





