Universitas Airlangga Official Website

Pengalaman dan Tantangan Skrining Hipotiroid Kongenital di Indonesia

Pengalaman dan Tantangan Skrining Hipotiroid Kongenital di Indonesia
(dok: Pribadi)

Hipotiroid kongenital adalah penyebab disabilitas intelektual yang paling bisa dicegah. Dengan tingginya akan insidensi global dari 1:2000 hingga 1:4000 kelahiran hidup, hipotiroid kongenital menjadi program skrining yang telah terbukti efektif untuk mencegah angka gangguan pertumbuhan pada anak.

Indonesia memulai program skrining hipotiroid kongenital pada tahun 2000 – 2005 di dua rumah sakit yaitu RS Dr. Cipto Mangunkusumo di Jakarta dan RS Hasan Sadikin di Bandung. Pada tahun 2008 program ini telah mencakup 8 provinsi di Indonesia yaitu Sumatra Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali dan Sulawesi Selatan. Di tahun 2014, menteri kesehatan terus melanjutkan ekspansi program ke provinsi-provinsi lain. Namun, angka cakupan skrining hipotiroid kongenital di Indonesia masih rendah yaitu 2,3% pada tahun 2022.

Di Indonesia sendiri banyak tantangan dalam pelaksanaan program skrining hipotiroid kongenital. Program ini nyatanya baru terlaksana kurang dari 3 tahun yang lalu walaupun sudah ada sejak lama. Tantangan terbanyak yaitu kurangnya ketersediaan kertas filter, penolakan dari keluarga, tidak dipandangnya program ini sebagai suatu program wajib nasional, sampai bayi lahir sehat sudah pulang <24 jam post persalinan yang menyulitkan saat akan mengambil sampel.

Implementasi dari program ini termasuk kompleks. Kerja sama antara pemegang kebijakan, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan hingga masyarakat perlu ada agar cakupan skrining terus meningkat. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki keterbatasan utamanya dalam kondisi status ekonomi masyarakat dan kesadaran orang tua yang kurang. Sehingga, menjadi tantangan sendiri untuk pengembangan program. Kurangnya infrastruktur dan logistik juga menjadi tantangan sendiri. Termasuk hanya terdapat 12 laboratorium yang ditunjuk untuk melakukan skrining hipotiroid kongenital. Sehingga semua sampel dari seluruh Indonesia harus melalui proses panjang untuk analisis.

Tantangan yang kompleks ini menjadikan harus adanya peningkatan sumber daya, ketersediaan alat dan bahan. Edukasi masyarakat dan tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan cakupan skrining hipotiroid kongenital di Indonesia.

Penulis : Dr. Muhammad Faizi, dr. Sp.A(K), Ade Wahyuni

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/experiences-and-challenges-with-congenital-hypothyroidism-newborn

Baca juga: Misteri Penyakit Genetik Langka McCune-Albright Syndrome