Dr. Marta Ulbrych dari Krakow University of Economics, Polandia, baru-baru ini mengunjungi Universitas Airlangga (UNAIR) dari 12 hingga 16 Mei 2025 melalui program staff mobility for teaching dibawah skema Erasmus+ K171. Kunjungannya menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam pendidikan tinggi, dan ia meninggalkan kesan positif terhadap lingkungan akademik maupun budaya Indonesia.
Selama sesi mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Marta Ulbrych berinteraksi dengan mahasiswa Ilmu Ekonomi melalui perkuliahan dan konsultasi skripsi. Ia menggambarkan pengalamannya sebagai “sangat positif,” dan mencatat bahwa para mahasiswa sangat aktif berpartisipasi sehingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Motivasi dan rasa ingin tahu mahasiswa sangat berkesan baginya, terutama saat diskusi kelas dan sesi konsultasi.
“Salah satu momen yang paling berkesan adalah partisipasi aktif mahasiswa dalam diskusi dan konsultasi skripsi, di mana mereka menunjukkan dedikasi dan rasa ingin tahu yang luar biasa,” ungkapnya. Ia juga menyebut pertemuan yang sangat menginspirasi di European Center UNAIR sebagai salah satu sorotan selama kunjungannya.
Meskipun struktur akademik di UNAIR serupa dengan institusinya di Polandia, Dr. Marta Ulbrych mengamati beberapa perbedaan utama yang memperkaya pengalamannya. “Saya sangat terkesan dengan perencanaan yang sangat baik, keramahan, dan keterbukaan dari staf dan mahasiswa,” ujarnya.
Di luar ruang kelas, Dr. Marta Ulbrych juga berkesempatan menjelajahi Surabaya dan daerah sekitarnya. Ia mengunjungi tempat-tempat ikonik seperti Gunung Bromo dan Pulau Madura, yang memberinya kesempatan untuk menikmati keindahan alam dan keberagaman budaya Jawa Timur. Kegiatan ini, katanya, memperdalam pemahamannya tentang konteks lokal dan membuat kunjungannya semakin berkesan.
Merefleksikan pertumbuhan pribadi dan profesional yang diperolehnya selama program berlangsung, Dr. Marta menekankan nilai mobilitas pengajaran dalam memperluas jaringan akademik dan memperoleh perspektif lintas budaya. Kepada dosen lain yang saat ini sedang mempertimbangkan kesempatan serupa, ia menyampaikan pesan semangat. “Saya mendorong mereka untuk menerima perbedaan budaya dan terbuka terhadap pertukaran akademik. Ini adalah peluang besar juga untuk pengembangan pribadi.”
Dr. Marta menyatakan ketertarikannya untuk kembali ke Indonesia. “Tentu saja, saya ingin kembali suatu hari nanti ke Indonesia dan Universitas Airlangga,” ujarnya.
Pengalamannya mencerminkan potensi transformatif dari mobilitas pengajaran internasional. Tidak hanya memperkuat koneksi akademik global tetapi juga mendorong pemahaman lintas budaya secara mendalam.
Penulis: Fiona Lim, Intern Airlangga Global Engagement





