Universitas Airlangga Official Website

Pengalaman Staf dalam Mengelola Insiden di Panti Werdha

Insiden merugikan di panti werdha dapat timbul akibat pemantauan yang kurang memadai terhadap tanda-tanda komplikasi awal yang tidak dapat diobservasi, kesalahan medis, intervensi keperawatan yang tidak tepat, kurangnya komunikasi, dan pelaporan yang tidak memadai. Terdapat pula pengakuan bahwa kejadian merugikan di panti werdha seringkali tidak dilaporkan, dan kesalahan yang mengakibatkan dampak buruk yang parah lebih sering dilaporkan dibandingkan kejadian nyaris celaka. “Kejadian nyaris celaka” menunjukkan kejadian yang tidak mengakibatkan kerugian namun berpotensi menimbulkan kerugian. Penelitian mengenai pelaporan insiden merugikan di perawatan jangka panjang berfokus terutama pada jatuh dan kesalahan pengobatan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi insiden merugikan dan kejadian buruk di panti werdha di Indonesia, terutama fokus pada jatuh dan kekerasan antar penghuni panti werdha. Seiring dengan pertambahan populasi orang lanjut usia dan peningkatan permintaan terhadap fasilitas perawatan jangka panjang, penelitian ini bertujuan untuk memahami jenis insiden yang merugikan, penyebabnya, pendekatan penanganannya, pelaporan insiden, dan praktik dokumentasi di panti werdha.

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 23 anggota staf dari empat panti werdha di Jawa Timur, Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa jatuh dan RRA merupakan insiden merugikan yang paling sering terjadi. Jatuh umumnya disebabkan oleh kondisi fisik orang lanjut usia dan faktor lingkungan. Strategi pencegahan jatuh mencakup pengobatan awal, koordinasi dengan staf perawat, rujukan ke layanan kesehatan, dan meminimalkan risiko jatuh. Insiden kekerasan antar penghuni panti werdha biasanya dipicu oleh kesalahpahaman terkait aktivitas sehari-hari. Metode pelaporan insiden bervariasi, termasuk pelaporan lisan, tertulis, dan berbasis WhatsApp, dengan tingkat praktik dokumentasi yang berbeda-beda.

Studi ini menekankan perlunya manajemen insiden dan strategi pencegahan yang efektif di rumah sakit. Jatuh dan kekerasan antar penghuni panti werdha merupakan kekhawatiran signifikan yang memerlukan perhatian. Temuan ini menyoroti pentingnya protokol standar, sistem pelaporan komprehensif, dan praktik dokumentasi terstruktur untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan lansia di panti werdha. Wawasan ini dapat menjadi masukan bagi pengembangan strategi untuk meningkatkan penanganan insiden, sehingga meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada lansia di fasilitas panti werdha.

Penulis: Rista Fauziningtyas, PhD.

Artikel asli dapat diakses di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10642573/