Pembuka
Praktik pelaporan terintegrasi (IR) telah mendapat banyak perhatian, namun aspek kualitas IR masih mendapat banyak kritik karena penelitian mengenai hal ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan meninjau studi yang ada untuk menilai literatur secara luas dan mendalam guna menemukan kesenjangan sebagai peluang untuk penelitian masa depan. Seperti diketahui, IR mewakili evolusi penyediaan informasi sosial, lingkungan dan ekonomi di format ringkas dan berbeda yang mengungkapkan informasi yang saling terkait dan berorientasi masa depan. Berhasilnya penerapan IR bergantung pada perubahan pola pikir manajer untuk mengoptimalkan sumber daya perusahaan dalam menciptakan nilai, tidak hanya terbatas pada investor tetapi juga kelompok pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, IR juga mengubah pola pikir manajer untuk mengungkapkan informasi yang berorientasi jangka panjang. Badan akuntansi profesional memberikan dukungan untuk IR sehingga memunculkan banyak peluang penelitian di bidang ini.
Isi
Penelitian ini dilakukan melalui tinjauan literatur sistematis menggunakan analisis konten berdasarkan 40 makalah dari database Scopus, Web of Science dan EBSCOhost tentang IR kualitas. Saat membaca makalah teks lengkap, ditemukan enam makalah tambahan yang dirujuk oleh literatur sedang ditinjau yang relevan dengan kualitas IR. Dengan demikian, terdapat 46 makalah yang lolos review akhir. Analisisnya dimulai dengan definisi dan dimensi kualitas IR dan lensa teoretis. Lebih lanjut penelitian ini menguraikan konstruksi atau variabel yang digunakan dalam literatur sebelumnya. Peneliti menemukan bahwa sebagian besar penelitian menggunakan metode kuantitatif (41 makalah atau 89%). Lima makalah dalam literatur menggunakan metode kualitatif (11%). Sebagian besar peneliti (34 makalah atau 72%) mendefinisikan kualitas IR sesuai dengan kerangka Dewan Pelaporan Terintegrasi Internasional, khususnya yang kedelapan
elemen konten. Secara khusus tentang konstruksi yang membentuk kualitas IR, terdapat variasi di antara para peneliti. Selain itu, terdapat beberapa kesenjangan yang dapat menjadi petunjuk riset untuk masa depan.
Penelitian ini bermaksud untuk menunjukkan kepada eksekutif perusahaan suatu kerangka kerja kualitas pelaporan perusahaan. Hal ini tidak hanya berdampak pada investor sebagai kelompok pemangku kepentingan utama, tetapi juga kelompok pemangku kepentingan lainnya.
Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka pertama yang dilakukan memenginvestigasi kualitas IR, sehingga memberikan peta penelitian saat ini untuk menyarankan arah penelitian di masa depan. Sebagian besar tinjauan literatur sebelumnya berfokus pada pelaporan terintegrasi (IR) secara umum dan bukan kualitasnya.
Teori yang paling sering digunakan oleh peneliti yang mendasari praktik dan kualitas IR adalah teori-teori lembaga, legitimasi, dan pemangku kepentingan. Teori-teori lain yang masih terbatas penggunaannya, seperti kelembagaan, organisasi perubahan, perilaku, ketergantungan sumber daya dan teori akuntansi positif, memerlukan lebih lanjut penyelidikan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat memanfaatkan keterbatasan ini untuk memahami hubungannya dengan kualitas IR. Penelitian di masa depan seharusnya dapat mengembangkan kembali dimensi yang mencakup kualitas IR, misalnya dengan menggabungkan satu atau lebih dimensi dari satu definisi IR dengan definisi IR lainnya karena masih banyak ruang untuk mengembangkan pengukuran kualitas IR. Penelitian di masa depan dapat mengkonfirmasi kembali temuan peneliti sebelumnya dengan mempertimbangkan bahwa penelitian ini dilakukan pada tahap awal periode adopsi IR periode 2011 hingga 2014 dan terbatas pada perusahaan terkemuka dan laporan pemenang penghargaan di Afrika Selatan. Ketiga, penelitian di masa depan dapat memasukkan ukuran kinerja non-keuangan sebagai konsekuensi variabel untuk menentukan sejauh mana IR telah membantu perusahaan menciptakan nilai secara luas bagi seluruh pemangku kepentingan dan bukan hanya pemegang saham.
Penutup
Penelitian ini menambah pengetahuan mengenai pelaporan terpadu dengan melakukan tinjauan sistematis terhadap kualitas IR. Metode kuantitatif adalah metode yang paling banyak digunakan,
dan itu terutama arsip (archival). Kualitas IR yang ditentukan oleh sebagian besar penelitian konsisten dengan kerangka IIRC. Tinjauan ini merangkum dan menganalisis informasi tentang teori, metode, determinan, efek dan variabel moderasi yang digunakan peneliti sebelumnya. Dari segi teori, penelitian ini mengidentifikasi agensi, legitimasi dan teori pemangku kepentingan sebagai yang paling banyak digunakan oleh para peneliti.
Author: Ika Permatasari dan Bambang Tjahjadi
Meditari Accountancy Research
Emerald Publishing Limited
2049-372X
DOI 10.1108/MEDAR-08-2022-1782
Link Jurnal: https://www.emerald.com/insight/2049-372X.htm





