Universitas Airlangga Official Website

Pengaruh Diet Rendah Lemak dan Asupan Buah Tinggi pada Pengurangan Perilaku Agresif pada Pria Muda

Foto by Hello Sehat

Sifat marah dikaitkan dengan berbagai masalah fisiologis dan psikologis dan merupakan masalah kesehatan sosial. Sifat marah didefinisikan sebagai respon emosional yang disebabkan eksitasi fisiologis, kognisi dan pikiran jahat serta dicirikan oleh konstruksi yang kompleks termasuk permusuhan lekas marah dan perilaku agresif. Sifat marah memiliki efek destruktif pada kesehatan diantaranya penyakit jantung koroner, diabetes, bulimia, dan dapat membuat pikiran tidak fokus sehingga dapat mencelakai dirinya sendiri ataupun orang lain. Adanya efek tidak sehat dari kemarahan banyak penilitian di lakukan untuk melihat faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kemarahan, salah satunya faktor nutrisi. Pola makan mediteranian telah dilaporkan dapat mengurangi risiko depresi, kecemasan dan perubahan suasana hati. Dibandingkan wanita, laki-laki lebih sering menampilkan perilaku marah, permusuhan, perkelahian dan agresifitas. Karena kurangnya studi yang jelas tentang determinan demografis dan nutrisi dari kemarahan dan perilaku agresif di antara penduduk laki-laki di negara Iran maka dari itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut.

Penelitian ini memiliki sejumlah 150 laki-laki yang berusia diantara 14-44 tahun dari pusat pendidikan Tabriz Iran dan dipilih secara acak. Terdapat beberapa tahapan dalam pengambilan data sampel yang pertama pengambilan data antropometri (Berat Badan dan Tinggi badan) lalu yang kedua menggunakan kuesioner semi terstruktur untuk mengevaluasi informasi terkait data pasien, riwayat penyakit, aktifitas fisik dan kebiasaan merokok. tahap yang ketiga mengukur sifat pemarah yang diukur dengan state-trait anger expression inventory sebagai laporan kemarahan yang nantinya akan dinilai menggunakan skala 1-10 selain itu juga dilakukan pengukuran kontrol afektif menggunakan skala affective control scale (ACS) berisi 42 item dan 4 subskala digunakan untuk menilai gangguan afektif, termasuk empat subskala kemarahan, suasana hati depresi, kecemasan, dan emosi positif dan yang terakhir mengukur asupan makanan menggunakan Food Frequence Questionere (FFQ). Analisis data menggunakan Analisis varians (ANOVA) yang diikuti dengan uji post-hoc Tukey dan analisis co-varians (ANCOVA).

Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa, tingkat pendidikan yang rendah, pengangguran, status lajang, dan tidak melakukan aktivitas fisik merupakan faktor kuat pemicu timbulnya sifat kemarahan dan kontrol afektif sebagai alat untuk mengukur pertumbuhan emosional, mengatur perilaku, dan memiliki kegembiraan negatif. Sifat marah dan pengendaliannya merupakan masalah kesehatan sosial dan individu yang penting dan dapat mempengaruhi kesehatan fisiologis dan psikologis manusia. Laki-laki yang telah menikah juga memiliki sifat marah yang lebih rendah daripada pria yang belum menikah hal ini disebabkan karena laki-laki yang telah menikah memiliki pasangan yang dapat membantu mereka menjaga kesehatan gaya hidup dan mengurangi kebiasaan buruk. Pada asupan makanan atau nutrisi, skor sifat marah berhubungan positif dengan asupan lemak makanan dan berhubungan negatif dengan asupan buah. Dalam penelitian ini, sifat marah secara positif berkaitan dengan asupan lemak dan menunjukkan bahwa diet tinggi lemak menurunkan metabolisme dan meningkatkan permusuhan dan sifat marah. Studi lebih lanjut menghubungkan diet tipe Mediterania, rendah lemak jenuh, dengan manfaat kesehatan potensial lainnya, termasuk tingkat aktivitas fisik yang lebih besar, tingkat metabolisme yang lebih tinggi, dan suasana hati yang lebih sedikit marah dan bermusuhan. Buah-buahan adalah sumber yang kaya vitamin dan kekurangan mineral dan vitamin disetujui untuk dikaitkan dengan perilaku agresif dan lekas marah. Beberapa vitamin dan mineral ini termasuk Vit b Kompleks, vitamin C, zat besi, magnesium, dan triptofan. Cara terbaik untuk mengkompensasi kekurangan adalah dengan memodifikasi pola makan dan meningkatkan asupan buah dan sayuran. Temuan penelitian saat ini menyoroti efek positif dari aktif secara fisik dan makan lebih banyak buah untuk melemahkan sifat tersebut amarah. Namun, efek negatif dari menjadi lajang, pengangguran, dan makan lebih banyak asupan lemak dalam meningkatkan perilaku sifat marah juga disetujui. Strategi pencegahan sifat marah dapat difokuskan pada mempromosikan makan sehat dan meningkatkan aktivitas fisik pada laki-laki muda.

Penulis:  Trias Mahmudiono

Untuk mengetahui artikel secara lebih detail, maka dapat mengunjungi link dibawah :

https://jnfs.ssu.ac.ir/article-1-371-en.html

Judul: The Effect of Lower Dietary Fat and Higher Fruit Intakes on Reducing Aggressive Behaviors in  Young Males