Paparan timbal melalui jalur oral memiliki waktu paruh sebersar 40 hari dalam organ, utamanya adalah paru-paru. Pengaruhnya pada paru memberikan efek pada prevalensi terjadinya penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) berupa 3,2 juta kematian secara global. Solanum betaceum sebagai antioksidan eksogen memiliki peran proteksi terhadap peningkatan reactive oxygen species (ROS), sehingga dapat membantu peningkatan ekspresi glutathione peroxidase (GPx) yang berpengaruh pada penurunan reaksi inflamasi. Dalam jangka panjang, tujuan dari penelitian ini akan menganalisis fungsi Solanum betaceum dalam mendukung kesehatan organ paru, terkhusus pada usia rentan. Latar belakang tersebut mendasari dilakukannya penelitian oleh Shella Harjono, dibimbing oleh Dr. Reny I’tishom, M.Si, Alphania Rahniayu, dr., Sp.PA., Subsp D.H.B (K), dan Dr. Nurmawati Fatimah, dr., M.Si dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga terkait pengaruh ekstrak etanol terong belanda (Solanum betaceum) sebagai fungsi proteksi meningkatkan ekspresi GPx dan menurunkan reaksi inflamasi paru mencit pasca pemaparan timbal asetat.
Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan berfokus pada rancangan post-test only control group design pada paru mencit jantan (Mus musculus). Pada penelitian ini digunakan bahan baku tersimpan (BBT) paru mencit dengan total sampel sebanyak 30 buah. Variabel perlakuan dibagi menjadi 5 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 6 bahan baku tersimpan (BBT) paru mencit. K0 merupakan kontrol negatif, di mana hanya diberikan aquades, K1 merupakan kontrol positif yang diberikan timbal asetat dengan dosis 0,075g/kgBB, P1 merupakan kelompok yang dipapar timbal asetat dengan dosis 0,075g/kgBB ditambahkan dengan ekstrak etanol terong belanda dengan dosis 100mg/kgBB, P2 didefinisikan sebagai kelompok yang dipapar timbal asetat dengan dosis 0,075g/kgBB ditambahkan dengan ekstrak etanol terong belanda dengan dosis 200mg/kgBB, serta P3 merupakan kelompok yang dipapar timbal asetat dengan dosis 0,075g/kgBB ditambahkan dengan ekstrak etanol terong belanda dengan dosis 400mg/kgBB selama 35 hari. Prosesnya melalui 2 tahap pembuatan preparat, yaitu dengan Hematoxylin Eosin (HE) dan imunohistokimia (IHK). Antibodi dalam pembuatan IHK, yaitu GPx-1/2 primary antibody ((B-6): sc-133160, Santa Cruz, USA) digunakan dalam pengamatan konsentrasi GPx dengan rumus H-score, sedangkan marker inflamasi dinilai dari total lung injury yang dijumlahkan dari 5 variabel (yaitu sel infiltrasi inflamasi, penebalan septa alveolar, hemorrhage, edema intraalveolar, dan kongesti paru).
Hasil studi ini menunjukkan timbal asetat mampu meningkatkan ekspresi GPx sebagai mekanisme kompensasi pada organ paru mencit Mus musculus (p<0,05) dan meningkatkan inflamasi paru pada marker yang prominen, yaitu hemorrhage atau perdarahan (p<0,05). Penilaian dalam H-score imunohistokimia memberikan perbedaan yang bermakna pada kelompok yang dipapar timbal asetat dengan dosis 0,075g/kgBB ditambahkan dengan ekstrak etanol terong belanda dengan dosis 400mg/kgBB (P3) dibandingkan dengan kontrol positif (K1) maupun negatifnya (K0) (p<0,05). Sedangkan dalam parameter inflamasi berupa nilai total lung injury menunjukkan adanya kecenderungan penurunan inflamasi pada kelompok yang dipapar timbal asetat dengan dosis 0,075g/kgBB ditambahkan dengan ekstrak etanol terong belanda dengan dosis 200mg/kgBB (P2), diikuti dengan kelompok yang dipapar timbal asetat dengan dosis 0,075g/kgBB ditambahkan dengan ekstrak etanol terong belanda dengan dosis 400mg/kgBB (P3), dan kelompok yang dipapar timbal asetat dengan dosis 0,075g/kgBB ditambahkan dengan ekstrak etanol terong belanda dengan dosis 100mg/kgBB (P1) dibandingkan dengan kontrol positifnya (K1).
Studi ini menyimpulkan bahwa ditemukan pengaruh pemberian ekstrak etanol terong belanda (Solanum betaceum), utamanya pada dosis 400mg/kgBB meningkatkan ekspresi GPx paru mencit yang dipapar timbal asetat secara statistik. Ditemukan pula bahwa pemberian ekstrak etanol terong belanda (Solanum betaceum) mampu menurunkan reaksi inflamasi pada mencit jantan yang dipapar timbal asetat secara klinis. Untuk itu, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi wawasan pengetahuan mengenai efek protektif ekstrak etanol Solanum betaceum pada paparan timbal pada masyarakat, terutama manfaatnya pada orang dengan kelompok usia rentan.
Judul Artikel: Effects of Tamarillo (Solanum betaceum) Extract on Glutathione
Peroxidase Expression and Inflammatory Reactions in Lead Acetate-Induced Lung Tissue of Mice
Penulis : Shella Harjono, Reny I’tishom*, Alphania Rahniayu, Nurmawati Fatimah
*Corresponding author
Link Artikel: https://doi.org/10.15850/amj.v12n4.4460





