Universitas Airlangga Official Website

Pengaruh Padat Tebar pada Pemeliharaan Larva Ikan Koi

Pengaruh Padat Tebar pada Pemeliharaan Larva Ikan Koi
Sumber: Kompas

Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan hias air tawar ekonomis penting yang populer dalam industri budidaya. Ikan koi terkenal dengan warna- warna indah yang dikembangkan melalui program pemuliaan selektif. Ikan koi memiliki banyak varietas yang berbeda dari jenis dan pola warna. Ikan koi sudah banyak dikembangkan dalam budidaya perikanan. Dalam budidaya perikanan, faktor padat tebar merupakan salah satu upaya atas permasalahan kurangnya stok ikan. Padat tebar memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup dan pertumbuhan larva ikan, sehingga sangat penting untuk menentukan tingkat optimal dalam pemeliharaan larva. Kepadatan tebar dapat berpengaruh positif dan negatif terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan, sehingga mengetahui kepadatan tebar optimal merupakan salah satu faktor dasar yang mempengaruhi budidaya ikan intensif. Oleh karena itu perlu penelitian untuk mengetahui pengaruh padat tebar yang berbeda terhadap tingkat pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan koi.

Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental dengan perlakuan terdiri dari  P0 (Kontrol) : Akuarium dengan padat tebar larva koi 1 ekor / L, P1 : Akuarium dengan padat tebar larva koi 2 ekor / L, P2 : Akuarium dengan padat tebar larva koi 3 ekor / L, P3 : Akuarium dengan padat tebar larva koi 4 ekor / L. Ikan uji yang digunakan yaitu larva koi hasil pemijahan alami di Omah Koi Farm Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pemijahan dilakukan pada kolam terpal dengan perbandingan induk betina : jantan yaitu 1:3 dan dibiarkan memijah secara alami dengan jenis induk ikan koi jenis siro beko, kohaku, dan tanco. Setelah memijah (1 hari) induk diangkat dari kolam pemijahan dan telur dibiarkan hingga menetas. Setelah telur menetas larva tetap dipelihara dalam kolam terpal hingga umur 20 hari. Setelah berumur 20 hari larva dipelihara dalam Aquarium berkuran 50 cm x 50 cm x50 cm sebanyak 16 aquarium dengan ketinggian air 35 cm. Pemberian pakan buatan diberikan secara adlibitum dengan frekuensi 3 kali sehari. Pemberian Tubifex sp. diberikan secara adlibitum selama 21 hari dari awal pemeliharaan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian pakan tepung dan pf-800 sampai umur 49 hari.

Dari data penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi padat tebar, akan menurunkan tingkat laju pertumbuhan ikan koi. Hasil penelitian menunjukkan nilai laju pertumbuhan tertinggi terdapat pada P0 dengan nilai (0,021 ± 0,007 gram/hari) dengan SR (90,00 ±6,24%). Untuk tingkat survival rate tertinggi yaitu P1 dengan nilai SR (91,00 ±2,78%). Hasil penelitian menunjukkan nilai panjang mutlak tertinggi terdapat pada P0 dengan nilai (1,94 ± 0,28 cm). Panjang mutlak berarti selisih pertambahan panjang dari awal hingga akhir pemeliharaan. Peningkatan kepadatan dapat memperlambat pertumbuhan, sehingga peningkatan kepadatan harus disesuaikan dengan daya dukung untuk mencegah lambatnya pertumbuhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya dukung adalah kualitas air, pakan, dan ukuran ikan. Pada keadaan lingkungan yang baik dan pakan yang mecukupi, peningkatan kepadatan akan disertai dengan peningkatan hasil produksi. Namun jika terlalu padat maka akan menurunkan performa pertumbuhan bahkan menurunkan tingkat survival rate dari ikan koi.

Penulis: Nina Nurmalia Dewi, S.PI., M.Si.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/the-influence-of-different-stocking-density-on-growth-rate-and-su

Baca juga: Mengenal Kerusakan Jaringan Insang Ikan Koi (Cyprinus Carpio) Akibat Infestasi Parasit