Universitas Airlangga Official Website

Pengaruh Paparan Cadmium dan Tembaga pada Perkembangan Kognitif Anak

Foto oleh Stuff.co.nz

Logam berat diketahui memiliki efek yang merugikan kesehatan pada manusia apabila terpapar dalam dosis tertentu, contoh logam berat antara lain arsenik, cadmium, timbal, tembaga dan merkuri, terutama pada anak-anak. Efek kesehatan paparan cadmium pada anak dapat menyebabkan kerusakan ginjal, paru dan usus (WHO). Sumber antropogenik dari logam berat di lingkungan berasal dari emisi industri, pembakaran bahan bakar fosil, pembakaran limbah, produk konsumen dan limbah penambangan dan peleburan logam. Paparan arsenik, cadmium, timbal dan merkuri terhadap manusia umumya melalui menghirup partikel logam di udara, makanan atau air minum yang terkontaminasi, atau menelan sebagai akibat dari perilaku memasukkan tangan ke dalam mulut (WHO). Keracunan tembaga akut dan subakut dapat mempengaruhi berbagai organ, seperti hati, ginjal, darah, saluran pencernaan dan otak. Hal ini dapat terjadi akibat dari peningkatan paparan tembaga dan cadmium, adanya mutasi yang mengganggu homeostasis normal atau faktor epigenetik terkait dengan perkembangan fungsional homeostasis tembaga pada awal kehidupan. Paparan lingkungan dalam rahim dapat memiliki konsekuensi jangka panjang bagi kesehatan dan perkembangan. Paparan pada janin terjadi ketika logam melewati sawar darah-plasenta sedangkan pada bayi dapat terpapar melalui air susu ibu.

Perkembangan ekonomi dan infrastruktur yang cepat serta regulasi yang terbatas dalam pengawasan menyebabkan negara berkembang menjadi mayoritas penyumbang logam ke lingkungan melalui hasil olahan industri skala besar dan industri rumahan. Saat ini industrialisasi di Indonesia berkembang cepat dan memberikan dampak pencemaran pada kondisi lingkungan hidup. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa logam Cd, Cu, Pb dan Hg di beberapa titik lokasi perairan Gresik telah melebihi batas alami. Paparan prenatal cadmium memiliki efek yang merugikan pada perkembangan saraf anak dan dapat menurunkan lingkar kepala rata-rata saat lahir dan pertumbuhan anak dalam 3 tahun pertama kehidupan. Beberapa studi telah menilai hubungan paparan Cadmium dan Tembaga dengan perkembangan kognitif anak, sebuah studi di Yunani yang menilai paparan cadmium, selenium dan yodium lewat kadar dalam urin ibu selama kehamilan menunjukkan konsentrasi cadmium urin yang tinggi (≥ 0,8 μg/L) berbanding terbalik dengan skor kognitif umum anak. Namun, tetapi penelitian lain mendapat kesimpulan tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara logam dan skala kognitif umum atau fungsi eksekutif. Studi oleh Amoros et al., 2019 mengevaluasi hubungan antara kadar Tembaga serum ibu selama kehamilan dan perkembangan neuropsikologis anak pada usia 1 dan 5-6 tahun dalam penelitian kohort kelahiran Spanyol, mendapati ada hubungan negatif antara status Cu ibu pada trimester pertama kehamilan dan perkembangan mental anak. Dalam penelitian lain yang dilakukan dalam kohort ibu-anak di Polandia oleh Polanska et al., 2017, tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara kadar tembaga darah plasenta dengan domain perkembangan yang berbeda (kognitif, bahasa dan psikomotor) dari tes Bayley yang dinilai pada usia 1-2 tahun.

Penelitian kami melalui studi meta analisis tentang pengaruh dari paparan cadmium dan tembaga terhadap perkembangan kognitif anak, mendapatkan 7 penelitian yang dipilih dari penapisan judul yang terkait cadmium dan tembaga dan kognitif anak dari Januari 1980 – Desember 2020. Penentuan kriteria penelitian yang dipilih berdasarkan ketersediaan data dan validitas metode pengukuran. Paparan diukur dengan menentukan paparan biomarker dalam urin dan rambut anak (cadmium dan tembaga). Instrumen utama yang digunakan untuk mengevaluasi kognitif anak adalah Wechsler Intelligence Scale. Hasil pengukuran Full Scale IQ dengan paparan Cadmium berlebih yang diukur dari urin anak dengan besaran gabungan efek menunjukkan bahwa peningkatan 50% tingkat Cadmium dalam urin menyebabkan penurunan -1.4 poin dan pada Verbal IQ menyebabkan penurunan -1.03 poin, namun tidak berpengaruh pada Performance IQ (Full Scale IQ p = 0.008, Verbal IQ p = 0.006, Performance IQ p=0.14). Paparan Cadmium berlebih yang diukur pada rambut anak tidak berpengaruh pada indeks Full Scale IQ dan Verbal IQ kognitif anak (Full Scale IQ p = 0.47, Verbal IQ p= 0.43). Kesimpulan studi meta analisis kami, tidak cukup studi tentang paparan Cadmium dan Tembaga terhadap kognitif anak untuk dilakukan meta analisis.

Disarikan dari artikel dengan judul: “Systematic review-meta analysis study The effect of cadmium and copper exposure on Children’s cognitive” yang diterbitkan di Chiang Mai University Journal of Natural Sciences, 2022, Vol 21(4), Halaman 1-12.

Link: https://cmuj.cmu.ac.th/cmu_journal/journal_de.php?id=959

Penulis:

Prof. Dr Irwanto,dr SpA(K)

Scopus ID 56705347700

Departemen Ilmu Kesehatan Anak

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga