Selama ini kita ketahui bahwa pengobatan kanker serviks menggunakan metode kemoterapi memberikan dampak fisik maupun psikis. Tak banyak dari Pasien dengan diagnosis kanker serviks dan mendapatkan kemoterapi kerap mengalami tekanan dari segi psikis, seperti merasa tidak memiliki harga diri, kekhawatiran berlebih dan ketidak percayaan pada kanker yang dimilikinya. Adanya tekanan psikis ini tentu akan sangat mempengaruhi Kesehatan dan ketahanan pasien. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui dampak spiritualitas dengan ketahanan psikis pasien kanker serviks yang diobati dengan kemoterapi. Penelitian ini menggunakan studi cross sectional dengan mengajak 104 pasien dengan kanker serviks stadium II dan III. Data tersebut didapatkan dari observasi dan interview dengan menggunakan kuisioner berbasis data demografik dan Spiritual Assessment Scale (SAS) termasuk keyakinan pribadi, kepuasaan spiritual dan praktek keagamaan dan Revised Hardiness Health Inventory (RHHI-24).
Kepercayaan individu, kepuasan Spiritual dan praktek keagamaan semuanya berpengaruh secara simultan terhadap Hardiness Personality (F-value=27,412). Hardiness Personality atau Kepribadian hardiness adalah tipe kepribadian yang cenderung untuk mempersepsikan suatu peristiwa yang dianggap menjadi suatu tekanan menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam. Spiritualitas membuat kepribadian hardiness menjadi lebih tinggi yang mengarahkan pasien untuk menerapkan teknik koping dalam mengatasi masalah kehidupan.
Menurut Levin, 2010 pengaruh kepribadian hardiness sangat diperlukan dalam persiapan karakter yang sehat. Menurut beberapa penelitian lain seperti Giudicessi et al. di tahun 2008 Kegiatan spiritual atau keagamaan dapat menjadi salah satu pelindung dari stres dan berkontribusi pada ketahanan mental, agama dan spiritualitas telah dipelajari sebagai pelindung psikologis dan bahkan masalah sosial. Selain itu faktor resiliensi memiliki peran penengah antara stres dan orang dengan hardiness untuk bertindak lebih baik dalam menghadapi kesulitan dan mengatasi masalah hidup (Juraskova et al. 2003; Lindau et al. 2007). Faktor lain yang dibutuhkan dalam menghadapi kanker agar psikis tetap sehat adalah ketahanan dan optimisme (Bahrami et al. 2018).
Penilaian kebutuhan spiritualitas pasien merupakan intervensi penting untuk memberikan perawatan holistik. Ketika pasien tidak dapat memenuhi kebutuhan spiritualnya, mereka berisiko mengalami kesulitan spiritual, yang merupakan keadaan menderita. Melalui penelitian ini peneliti membuktikan bahwa seseorang dengan kanker serviks dan memiliki spiritualitas tinggi akan lebih memiliki koping mekanisme yang lebih harmonis dalam menghadapi masalah hidup. Selain itu keyakinan pribadi, kepuasan spiritual dan praktek keagamaan ikut serta dalam memberikan ketenangan dan kebahagiaan dalam pikirannya.
Penulis: Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K).





