Penyakit Kardiovaskular (PKV) adalah penyebab utama kematian global, dengan Left Ventricular Ejection Fraction (LVEF) sebagai indikator kunci fungsi jantung. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh suplementasi vitamin D dan Body Mass Index (BMI) terhadap LVEF menggunakan pendekatan Generalized Additive Models (GAM) pada data longitudinal 47 pasien lansia dengan hipovitaminosis D yang menjalani operasi ortopedi. Data LVEF diukur sebelum operasi serta pada 1, 3, dan 6 bulan setelah intervensi.
Metode GAM digunakan untuk menangkap hubungan non-linear antar variabel dengan struktur korelasi kerja (working correlation structure) seperti Independence, Exchangeable, Unstructured, dan Autoregressive-1 (AR-1). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kadar vitamin D dan LVEF setelah suplementasi, sementara BMI relatif stabil selama periode pengamatan. Model GAM terbaik dengan struktur korelasi AR-1 memiliki nilai Quasi Information Criterion (QIC) minimum sebesar 443,47, menunjukkan hubungan kompleks antara vitamin D dan LVEF serta hubungan linier BMI terhadap LVEF.
Vitamin D menunjukkan efek non-linear signifikan pada peningkatan LVEF, sedangkan setiap kenaikan 1 poin BMI meningkatkan LVEF sebesar 0,291%. Penelitian ini menegaskan pentingnya suplementasi vitamin D dalam meningkatkan fungsi jantung pada pasien lansia dengan hipovitaminosis D, mendukung pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti.
Penulis: Dita Amelia, S.Si., M.Si.
Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://journal.its.ac.id/index.php/limits/article/download/3378/2555/13141





