Universitas Airlangga Official Website

Pengasuhan anak pada suku adat Flores, Indonesia: Peneliian kualitatif eksploratif

Ilustrasi anak-anak (Foto: life.indozone.id)
Ilustrasi anak-anak (Foto: life.indozone.id)

Praktek pengasuhan dalam berbagai budaya akan dipraktekkan secara berbeda-beda, dipengaruhi oleh normal budaya dan nilai-nilai sosial yang ada. Penelitian ini meneliti bagaimana nilai-nilai budaya mempengaruhi praktek pengasuhan. Fokus penelitian ini adalah pratek pengasuhan di Kabupaten Nagekeo, di pulau Flores, Indonesia. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif eksploratif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan etnografi menekankan pentingnya interaksi langsung dengan masyarakat yang menjadi fokus penelitian. Pendekatan etnografi juga memungkinkan pengamatan dan wawancara langsung dalam konteks keseharian responden. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan orangtua dalam praktek pengasuhan dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya dan sosial yaitu: Mesu Re’e (cinta), Papa (kejujuran), and Pawe (teladan). Ketiga nilai-nilai tersebut dalam penelitian ini merupakan nilai-nilai budaya dan sosial dasar yang terus diturunkan dan dilestarikan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat adat Nagekeo, Flores.

Artikel :

Bunga, B. N., Ndaek, S. S., Mundiarti, V., Bali, E. N., Julianto, V., Fardana, N. A., … & Kiling, I. Y. (2025). Cultural parenting on indigenous young children of Flores, Indonesia: qualitative explorative research. Diaspora, Indigenous, and Minority Education, 1-16.

Diaspora, Indigenous, and Minority Education, 1-16.

DOI: 10.1080/15595692.2025.2557889

Link :

https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/15595692.2025.2557889?casa_token=c_2o8Hqr9YAAAAAA%3AiyV5p4wZpbYxN-dE8pabQd5Zaw_BjgHDN5-GlTcgRQ-OKpy7Nxlan-sZI-7cfhLQaZZCauCbtd7_pQ

Tanggal terbit : 23 September 2025