Menurut WHO, sebanyak 810 wanita di seluruh dunia meninggal setiap harinya akibat komplikasi kehamilan atau kelahiran. Hampir seluruh kematian ibu hamil terjadi di negara-negara berkembang. Angka Kematian Ibu (AKI) di negara berkembang pada tahun 2017 adalah 462 per 100.000 kelahiran hidup sedangkan AKI di negara maju adalah sebesar 11 kemarian per 100.000 kelahiran hidup. Hasil profil kesehatan Indonesia menujukan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan AKI tertinggi dengan Surabaya sebagai kota dengan AKI tertinggi di Jawa Timur. Di Surabaya, AKI disebabkan oleh berbagai komplikasi selama masa kehamilan dan kelahiran seperti pendarahan, preeklampsia/eklampsia, infeksi, penyakit jantung, HIV, TBC, dan hepatitis.
Biaya pelayanan kesehatan untuk ibu yang mengalami komplikasi secara signifikan lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tingginya biaya untuk biaya perawatan kesehatan dalam pelayanan antenatal. Keluarga dengan anggota yang mengalami komplikasi dalam kehamilan menghabiskan 1/3 konsumsi tahunan per kapita untuk pengeluaran kesehatan. Pengeluaran untuk akses kesehatan yang mudah menghabiskan 12% dari pengeluaran rumah tangga. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk menganalisis pengeluaran kesehatan pada pasien yang mengalami pre-eklampsia, eklampsia, dan pendarahan pasca melahirkan. Penelitian cross-sectional ini menganalisis 135 ibu hamil di Kota Surabaya yang melahirkan di bulan November-Desember 2018.
Hasil dari peneltian ini menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran rumah tangga akibat dari biaya perawatan kehamilan. Peningkatan pengeluaran rumah tangga lebih berdampak pada responden yang memiliki pendapatan kurang dari atau sama dengan Upah Minimum Regional (UMR) karena pengeuaran rumah tangga juga ikut meningkat saat perawatan. Pengeluaran kesehatan yang sangat besar (katastropik) dialami oleh pasien yang memiliki pendapatan menengah (Rp 3.800.000). Peningkatan pengeluaran keluarga juga terjadi pada keluarga yang memiliki lebih dari empat anggota keluarga. Pengeluaran kesehatan katastropik terbesar juga dialami oleh pasien yang tinggal di keluarga dengan 5-7 anggota. Kesejahteraan keluarga juga terpengaruh oleh adanya kehamilan dengan eklampsia, preeklampsia, dan pendarahan pasca melahirkan. Peningkatan beban ekonomi rumah tangga mempengaruhi beban hidup dan kondisi sosial dari komuitas setelah proses perawatan. Responden yang mampu untuk membayar biaya perawatan dapat melanjutkan aktivitas kehidupan seperti biasa namun responden yang tidak mampu untuk membayar biaya perawatan setelah melakukan perawatan harus mengalami peningkatan pengeluaran dan perubahan kondisi perekonomian keluarga.
Upaya pemerintah untuk mengurangi beban ekonomi dari biaya pelayanan kesehatan dapat menanggulangi kemiskinan di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah promosi kesehatan melalui puskesmas, puskesmas pembantu, maupun klinik dan bidan desa untuk menyediakan tambahan informasi mengenai kesehatan kehamilan kepada masyarakat terutama untuk ibu hamil dan keluarganya.
Penulis: Dr. Ernawaty, drg., M.Kes.
Jurnal: HEALTH EXPENDITURE ANALYSIS IN PATIENTS WITH PREGNANCY-LABOR COMPLICATIONS IN SURABAYA





