Universitas Airlangga Official Website

Pengeluaran Penelitian dan Pengembangan dalam Model Pertumbuhan Endogendi Negara Berkembang

Ilustrasi negara berkembang (sumber: liputan6)

Pertumbuhan ekonomi telah menimbulkan tantangan intelektual sejak awal muncul. Model pertumbuhan Neoklasik Solow (1956) memiliki kerangka utama dalam memperhitungkan pertumbuhan ekonomi berfokus pada faktor teknis eksogen yang menentukan rasio output-input. Dalam teori pertumbuhan ekonomi Solow mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh variabel akumulasi modal (K), tenaga kerja (L), serta efektivitas tenaga kerja (A) yang dianggap sebagai faktor eksogen. Sebaliknya, model pertumbuhan ekonomi endogen oleh P. M. Romer (1986) dan Lucas (1988) menjelaskan tentang faktor efektivitas tenaga kerja (A) atau technological progress sebagai faktor endogen dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Perekonomian suatu negara dalam jangka panjang sangat penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Terdapat kepercayaan umum bahwa kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) yang dilakukan dalam rangka menciptakan inovasi pada suatu perekonomian, akan mampu memberikan efektivitas keberlanjutan pertumbuhan ekonominya.

Terdapat dualisme sudut pandang dalam temuan dari sejumlah penelitian. Beberapa penelitian menemukan bahwa terdapat kausalitas antara pengeluaran penelitian dan pengembangan (R&D) dan pertumbuhan ekonomi (Ali et al., 2021; Bayraktar et al., 2022; Gültekin & Keskin, 2021; Huda et al., 2020; Mohamed et al., 2022; Özek, 2020; Zhang, 2019). Namun, Sebagian lainnya menunjukkan tidak terdapat kausalitas antara pengeluaran dan pengembangan (R&D) dan pertumbuhan ekonomi (Agezew, 2024; Gültekin & Keskin, 2021). Dengan demikian, perlunya dilakukan penelitian yang mengulas hubungan antara pengeluaran penelitian dan pengembangan (R&D) dan pertumbuhan ekonomi dalam kerangka model pertumbuhan endogen.

Keterbaruan dari penelitian ini adalah belum adanya penelitian systematic literature review yang mengkaji hubungan antara pengeluaran penelitian dan pengembangan (R&D) dan pertumbuhan ekonomi dalam kerangka model pertumbuhan endogen di negara berkembang. Peneliti berfokus pada pembahasan mengenai pengeluaran R&D dalam model pertumbuhan endogen, studi kasus pada negara berkembang. Tujuan penelitian berfokus pada: 1) model pengeluaran R&D yang dibentuk dalam pertumbuhan endogen di negara berkembang; dan 2) pengaruh pengeluaran R&D terhadap pertumbuhan ekonomi di negara berkembang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan metode PRISMA (Preferred Reporting Item for Systematic Review and Metaanalysis) (Ardern et al., 2022; Page et al., 2021). Lima tahapan PRISMA meliputi: (1) menetapkan kriteria kelayakan; (2) mengidentifikasi sumber informasi; (3) pemilihan studi; (4) pengumpulan data; dan (5) pemilihan item data.

Beberapa model pengeluaran penelitian dan pengembangan (R&D) yang dibangun terutama di negara berkembang berasal dari faktor eksogen, diantaranya: subsidi R&D dari pemerintah maupun swasta, impor dari negara-negara industri, R&D Industri rendah karbon, dan suhu global. Selanjutnya, terdapat hasil yang berbeda antara pengaruh variabel pengeluaran penelitian dan pengembangan (R&D) terhadap pertumbuhan ekonomi dalam model pertumbuhan endogen di negara berkembang. Hasil penelitian yang menunjukkan terdapat pengaruh pengeluaran penelitian dan pengembangan (R&D) terhadap pertumbuhan ekonomi senada dengan penelitian yang dilakukan (Chang & Tang, 2021; Colapinto et al., 2020; Fragkiadakis et al., 2020; Freire-Serén, 2001; Herzer, 2022; Raghupathi & Raghupathi, 2019; Thach, 2021; Wojewnik-Filipkowska et al., 2019; Wu et al., 2014; Yurtkur & Abasız, 2018). Hal ini dikarenakan pengeluaran penelitian dan pengembangan (R&D) menjadi katalisator inovasi bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sedangkan beberapa penelitian yang menunjukkan tidak terdapat pengaruh pengeluaran penelitian dan pengembangan (R&D) terhadap Pertumbuhan ekonomi senada dengan penelitian yang dilakukan (Grüning, 2017; Kaneva & Untura, 2019; Ozturk Cetenak & Oransay, 2017; Yurtkur & Abasız, 2018). Hal ini dikarenakan limpahan teknologi dari impor negara maju kepada negara berkembang untuk beberapa kasus belum mampu menyerap transfer teknologi tersebut. Untuk selanjutnya, peneliti merekomendasikan dilakukannya penelitian kajian literatur berkenaan pengeluaran R&D di negara-negara maju, dengan tujuan sebagai komparasi dari penelitian ini.

Penulis: Prof. Dyah Wulan Sari, Dra.Ec. M.Ec.Dev., Ph.D