Universitas Airlangga Official Website

Pengembangan Instrumen Prediktor Kerjasama Klinik Gigi untuk Anak Autisme

Pengembangan Instrumen Prediktor Kerjasama Klinik Gigi untuk Anak Autisme
Sumber: Alodokter

Perawatan gigi pada anak-anak dengan gangguan spektrum autisme (GSA) sering kali menjadi tantangan karena mereka cenderung memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan prosedur medis. Di Indonesia, pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kerjasama anak dengan GSA dalam perawatan gigi masih terbatas. Salah satu kendala utama adalah kurangnya instrumen yang relevan dengan konteks budaya lokal untuk menilai kerjasama anak-anak ini selama prosedur kedokteran gigi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen berupa kuesioner yang dapat memprediksi tingkat kerjasama anak-anak dengan GSA selama perawatan gigi. Kuesioner yang dikembangkan dalam penelitian ini didasarkan pada tinjauan pustaka serta kuesioner-kuesioner yang sudah ada sebelumnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kuesioner yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alat prediksi untuk menilai kerjasama anak dengan GSA dalam prosedur perawatan gigi. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam kuesioner ini meliputi kemampuan berkomunikasi, kemampuan membaca, kemampuan merawat diri sehari-hari, keterlibatan dalam aktivitas sosial, status emosional, responsivitas sensorik, serta izin untuk disentuh di bagian kepala. Dengan adanya instrumen ini, diharapkan pelayanan kesehatan gigi bagi anak-anak dengan GSA di Indonesia dapat ditingkatkan, serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang cara menangani tantangan-tantangan dalam merawat mereka.

Penulis: Alfini Octavia, Tania Saskianti, Tuti Ningseh Mohd Dom, Iwan Dewanto, Syaina Azzahra

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/development-of-dental-clinic-cooperativity-predictor-instrument-f

Baca juga: Pendekatan Multidisiplin pada Gigi Kaninus Maksila yang Impaksi dan Transposisi