Gluthationine sangat berperan di dalam mekanisme pertahanan alami. Obat, radiasi, mikroorganisme dapat menyebabkan kerusakan pada gluthationine. Kerusakan ini dapat ditandai dengan melemahnya kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan infeksi dan bahkan kematian. Konsentrasi gluthationine pada sel dapat dijadikan sebagai indikator yang baik untuk diagnosis awal penyakit seperti kanker, jantung dan syaraf. Untuk itu deteksi dan monitoring konsentrasi gluthationine sangat penting.
Pengembangan nanohibrid protein-anorganik yang efisien dengan aktivitas nanozim superior untuk sangat sensitif deteksi glutathione (GSH) sangat penting untuk diagnosis dini penyakit manusia. Di sini, albumin-hydrated manganese phosphate nanoflowers (MnPNF) sebagai oksidase biomimik dikembangkan untuk deteksi GSH dalam serum manusia. BSA dapat menjadi kompleks dengan Mn2+ untuk melayani pusat nukleasi untuk menghasilkan MnPNF dengan adanya phosphate-buffered saline (PBS).
Hasil karakterisasi morfologi dan permukaan menunjukkan bahwa MnPNF dirakit dengan hierarki nanoplates untuk membentuk bunga nano 500 nm. Aktivitas seperti oksidase dari MnPNF didasarkan pada reaksi redoks dengan3,3′ ,5,5′ -tetrametilbenzidin. Namun, penambahan GSH dapat mereduksi MnPNF menjadi Mn2+, dan selanjutnya menekan aktivitas seperti oksidase dan warna kuning pada 450 nm diamati dengan adanya H2SO4. Nanozyme berbasis MnPNF menunjukkan kemampuan penginderaan yang sangat baik terhadap deteksi GSH, dan hubungan linier yang baik antara perubahan absorbansi pada 450 nm dan jumlah tambahan GSH pada 50 nM-10 M dengan batas rendah deteksi 20 dan 26,6 nM di PBS dan serum manusia yang diencerkan, diamati. Selain itu, probe penginderaan menunjukkan selektivitas yang unggul atas 16 interferensi lainnya, yang mendorong penentuan GSH layak dalam serum manusia nyata. Karena MnPNF dapat disiapkan dengan mudah pada suhu kamar, pengujian ini dapat digunakan untuk merancang oksidase biomimik yang sangat efisien untuk penginderaan yang efektif GSH dan biomolekul terkait penyakit lainnya dalam sampel cairan biologis.
Kata kunci: nanohybrid, organik-anorganik, kolorimetri, gluthationine, penyakit
Penulis: Eko Prasetyo Kuncoro
Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Airlangga
Artikel lengkap dapat dilihat di: https://doi.org/10.1016/j.talanta.2021.122957 atau https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0039914021008791





