Rutin adalah senyawa flavonoid yang memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan penguatan pembuluh darah. Namun, penggunaan senyawa rutin dalam sediaan farmasi masih terkendala oleh kelarutannya yang rendah dalam air dan stabilitasnya yang buruk di cairan asam lambung. Untuk mengatasi masalah ini, enkapsulasi rutin dalam matriks protein seperti kasein dalam bentuk partikel enterik, dapat menjadi solusi yang efektif.
Partikel enterik semakin banyak dieksplorasi sebagai pembawa inovatif untuk penghantaran obat, khususnya untuk obat yang perlu perlindungan dalam melewati asam lambung dan melepaskan muatannya di usus. Partikel enterik terdiri dari polimer yang peka terhadap pH dimana polimer akan tetap utuh melindungi obat di lambung tetapi segera melarut dalam pH usus halus yang lebih tinggi. Contoh polimer dengan karakteristik sepeti ini diantaranya Eudragit®, selulosa asetat ftalat, atau salut enterik lainnya. Sifat ini membuatnya ideal untuk menghantarkan obat yang tidak stabil terhadap asam seperti rutin.
Dalam hal ini, partikel enterik dapat meningkatkan bioavailabilitas dengan melindungi obat dari degradasi cepat di lambung dan meningkatkan penyerapan di saluran usus. Kemajuan dalam nanoteknologi selanjutnya memungkinkan pengembangan nanopartikel dan mikropartikel bersalut enterik untuk pelepasan yang tepat dan terkendali. Sistem semacam itu menjanjikan untuk meningkatkan penghantaran obat oral, mengurangi efek samping, dan meningkatkan khasiat terapeutik, menjadikannya fokus utama dalam penelitian farmasi.
Kasein, protein susu yang bersifat amfifilik dan mampu membentuk misel, dapat melindungi rutin dari degradasi di lambung sekaligus meningkatkan kelarutannya di usus. Selain itu, kasein dapat berperan sebagai pembawa partikel enterik yang melepaskan obat secara terkendali di usus halus. Beberapa keuntungan enkapsulasi rutin dalam kasein diantaranya:
Peningkatan Kelarutan Rutin
Rutin bersifat hidrofobik, sehingga memiliki bioavailabilitas oral yang rendah. Kasein mampu membentuk misel atau nanopartikel yang mengikat rutin, meningkatkan dispersibilitasnya dalam media air. Struktur kasein yang mengandung gugus polar dan nonpolar memfasilitasi interaksi dengan rutin, sehingga meningkatkan kelarutan dan stabilitasnya.
Perlindungan dari Degradasi Asam Lambung
Kasein memiliki ketahanan alami terhadap pH rendah, sehingga dapat melindungi rutin dari degradasi dalam asam lambung. Kasein dapat dimodifikasi atau dikombinasikan dengan polimer lain untuk membentuk partikel dengan sifat pelepasan enterik Enkapsulasi dalam kasein melindungi rutin tetap stabil sampai mencapai usus halus, di mana terjadi penyerapan obat yang optimal. Partikel ini tidak melepas rutin di lambung (pH 1-3) tetapi melepaskannya di usus (pH 6-7), di mana kelarutan rutin lebih tinggi dan penyerapannya lebih efisien.
Keuntungan-keuntungan tersebut dapat dicapai dengan berbagai mekanisme peningkatan bioavailabilitas. Ada beberapa hipotesis yang dapat menjelaskan fenomena tersebut. Pertama, melalui pembentukan misel kasein-rutin, dimana kasein membentuk agregat misel yang mengikat rutin melalui interaksi hidrofobik dan ikatan hidrogen, sehingga dalam hal ini meningkatkan kelarutan rutin. Kedua, adanya sifat pengemulsi alami dari kasein yang berperan sebagai surfaktan alami sehingga membantu mendispersikan rutin dalam cairan usus. Ketiga, pelepasan berbasis pH dalam usus, dalam hal ini kasein mengalami pelarutan dalam usus, atau mengalami degradasi enzimatis oleh protease, dan melepaskan rutin secara bertahap.
Penelitian terkait hal ini memberikan implikasi besar dalam pengembangan obat flavonoid di masa depan. Penggunaan kasein sebagai pembawa rutin tidak hanya meningkatkan bioavailabilitas, tetapi juga menawarkan keuntungan lain, seperti: i) biokompatibilitas yang tinggi dimana kasein merupakan senyawa yang aman dan dapat terurai alami dalam tubuh; ii) biaya produksi juga relatif rendah karena kasein mudah diperoleh dari susu, sehingga lebih ekonomis dibandingkan polimer sintetis; iii) cakupan potensi aplikasinya yang lebih luas, dimana teknologi ini dapat diterapkan pada senyawa flavonoid lain dengan masalah kelarutan yang serupa.
Enkapsulasi rutin dalam kasein merupakan strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan penyerapan rutin di usus. Dengan sifat alaminya yang bersifat enterik dan kemampuan membentuk misel, kasein tidak hanya melindungi rutin dari lingkungan asam lambung tetapi juga menjamin pelepasan obat yang optimal di usus. Pengembangan lebih lanjut dalam formulasi partikel enterik kasein-rutin dapat membuka peluang terapi yang lebih efektif untuk penggunaan nutrasetikal dan obat.
Penulis: Helmy Yusuf, S.Si., M.Sc., Ph.D., Apt.
Link artikel: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1155/adpp/9952737





