Pasti banyak yang tahu tentang media sosial, sarana yang digunakan seseorang dalam membuat komunitas online yang bisa digunakan untuk berbagi pengalaman, informasi, ide, foto dan konten lainnya. Di Asia Tenggara sendiri, merupakan pengguna media sosial tertinggi kedua di dunia. Per januari 2021, 86% dari populasi di Malaysia dan 61,8% dari populasi di Indonesia menggunakan media sosial. Tren ini mengalami peningkatan karena peningkatan penggunaan perangkat selular dan akses internet yang mudah.
Faktanya dalam kedokteran gigi menggunakan media sosial untuk menyuarakan pendapat melalui blog, menyebarkan pentingnya kesehatan gigi melalui postingan, memasarkan praktik kedokteran gigi, komunikasi dengan pasien maupun diskusi online dengan teman sebaya. Namun, dengan adanya akses yang mudah seperti ini dapat menimbulkan tantangan terbesar bagi dokter gigi.
Setiap dokter gigi memiliki kode etik yang perlu dipatuhi, baik online maupun offline. Jika mereka gagal mematuhi akan menimbulkan konflik hukum dan itu sangat berakibat pada profesinya sebagai dokter gigi lho. Sehingga perlu adanya sikap dan perilaku profesional yang kuat di media sosial bagi mahasiswa kedokteran gigi yang belum lulus.
Inilah yang menjadi dasar tim peneliti Unair berkolaborasi dengan University Malaya dan University of Bristol untuk melakukan penelitian ini. Khususnya pada penelitian ini, tim ingin menilai pola penggunaan media sosial, perilaku dan persepsi profesional dalam menggunakan media sosial di kalangan mahasiswa kedokteran gigi.
Kenyataannya masih banyak keterbatasan dalam pengaturan perilaku online karena tidak ada pedoman nasional yang dapat digunakan. Sehingga ada banyak keraguan dalam penerapan batasan dan kode etik yang sesuai dalam pengaturan online. Kemudian berdasarkan penelitian, seluruh mahasiswa aktif berinteraksi dengan media sosial setiap hari dan sebagian besar menyatakan persepsi positif terhadap perilaku profesional saat menggunakan media sosial.
Dengan adanya penelitian ini, tim berharap perlu adanya pedoman dan pelatihan yang jelas untuk menanamkan nilai dan perilaku profesional pada mahasiswa kedokteran gigi. Serta diharapkan pada penelitian lebih lanjut diperlukan pemantauan perilaku profesional jangka panjang di media sosial di kalangan mahasiswa.
Penulis: Tim
Referensi: Kamarudin Y, Mohd Nor NA, Libamin AC, Suriani ANH, Marhazlinda J, Bramantoro T, et al. Social media use, professional behaviors online, and perceptions toward e-professionalism among dental students. J Dent Educ. 2022:1–10.





