UNAIR NEWS – Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program pengabdian masyarakat (pengmas). Pengmas ini bertajuk Implementasi Solar Shelter untuk Menunjang Sistem Energi Terbarukan yang Berkelanjutan di Pulau Gili Iyang, Sumenep.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu-Minggu (23-26/10/2025) di Pantai Ropet sebagai bagian dari program Airlangga Community Development Hub (ACDH). Pengmas kolaborasi ini berfokus pada cluster diseminasi teknologi, sosial dan budaya, serta air bersih dan mikroplastik. Program ACDH merupakan inisiatif multidisiplin yang mengintegrasikan hasil riset UNAIR ke dalam solusi nyata bagi masyarakat di daerah tertinggal.
Tinggi Oksigen, Minim Akses Listrik
Pulau Gili Iyang dikenal memiliki kadar oksigen tertinggi di Indonesia dan menjadi destinasi wisata kesehatan oksigen. Namun, masyarakat setempat masih menghadapi keterbatasan akses energi listrik. Kondisi ini mendorong tim FTMM memperkenalkan solusi energi baru terbarukan berbasis tenaga surya. Melalui pembangunan solar shelter, masyarakat kini dapat mengisi daya sepeda listrik dan perangkat elektronik secara mandiri menggunakan energi matahari yang ramah lingkungan.

Selama kegiatan, tim melakukan sosialisasi tentang penggunaan dan perawatan sistem solar shelter. Masyarakat dan pemuda Karang Taruna ikut membantu proses instalasi, menunjukkan kolaborasi nyata antara akademisi dan warga. Tim juga menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gili Iyang sebagai mitra utama, karena peran penting mereka dalam pengelolaan wisata lokal. Kehadiran fasilitas ini meningkatkan kenyamanan wisatawan dan memperkuat citra Gili Iyang sebagai destinasi ekowisata berbasis energi bersih.
Listrik yang Stabil
Program Solar Shelter FTMM UNAIR menggunakan panel surya 50 Wp, baterai VRLA 12V 50Ah, serta inverter 1000 W untuk menyediakan listrik yang stabil. Sistem ini beroperasi efisien di wilayah terpencil dan mudah dirawat. Selain memberi manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi media edukasi publik. Khususnya tentang pentingnya transisi menuju energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, FTMM UNAIR berkomitmen mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan menciptakan inovasi berkelanjutan yang menjawab tantangan energi di daerah 3T serta memperkuat kemandirian energi bersih di Indonesia.
Inovasi Filter
Sementara itu program studi Teknik Industri FTMM juga menggelar pengabdian masyarakat khususnya yang berfokus pada inovasi filter. Gunawan Setia Prihandana, MEng PhD Dosen Prodi Teknik Industri, memasang filter air di depo air di Pulau Gili Iyang, Sabtu (25/10/2025). Pemasangan filter air ini melibatkan mahasiswa Prodi TI.
Menurut Gunawan, filter air ini menggunakan 4 bahan aktif. Pertama, pasir aktif, pasir mangan, karbon aktif dan zeolit. Pada dasarnya pihaknya menambah filter air sebagai mikrofiltrasi. Di mana depo ini sudah memiliki RO, namun timnya menambahkan filter sebelum air masuk RO. Terlebih, kandungan air pada depo ini cukup tinggi zat kapur.
Penulis: Yutika Amelia, Andri Hariyanto
Editor: Yulia Rohmawati





