Universitas Airlangga Official Website

Pengmas Keperawatan UNAIR Beri Penyuluhan Kesiapsiagaan Gempa Megathrust

Johan Saptadi Selaku Pemateri dari Badan SAR Nasional (BASARNAS) (Sumber: Dok Panitia)

UNAIR NEWS – Gempa Megathrust saat ini masih menjadi kekhawatiran bagi masyarakat. Apalagi jika mengingat bahwa Indonesia terletak di kawasan rawan gempa. Menyadari hal itu, mahasiswa Program Alih Jenis Angkatan B26 dan Program Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan penyuluhan gempa. Kegiatan ini terselenggara pada Sabtu (19/10/2024) di SMKN 5 Surabaya

Kegiatan pengmas ini bertajuk The Future of Education: Innovation and Preparedness regarding Trends in Megathrust Earthquake Issues in Project-Based Learning for Adolescent Development. Pemateri utama dari Badan SAR Nasional (BASARNAS), Johan Saptadi, menjelaskan terkait bencana gempa serta langkah-langkah antisipasi untuk meminimalisir korban. 

Johan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga melibatkan siswa-siswi SMKN 5 dalam simulasi bencana gempa bumi. “Simulasi yang kami lakukan menekankan pada evakuasi yang cepat dan tepat, penentuan triage, serta tindakan pertolongan pertama terhadap korban bencana,” ucapnya. 

Dalam sesi debriefing, Johan juga menjelaskan terkait cara melakukan evakuasi dengan cepat dan efisien sesuai kondisi di lapangan. “Simulasi ini membantu para siswa memahami tindakan yang harus diambil jika terjadi gempa, dan meskipun situasi di lapangan berbeda-beda, prosedur evakuasinya tetap sama,” kata Johan.

Praktik Simulasi Evakuasi Korban Penyuluhan Gempa Bumi (Sumber: Dok Panitia)

Marta Afrifantinu Surya, mahasiswa S1 Keperawatan selaku ketua pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan siswa terhadap potensi gempa Megathrust yang dapat terjadi kapan saja. “Pemilihan tema ini didasari pengalaman bulan Maret lalu ketika gempa mengguncang Surabaya dan mengakibatkan kerusakan di beberapa rumah sakit. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai gempa sangat penting, terutama bagi siswa serta masyarakat,” ujar Marta.

Marta juga menjelaskan kegiatan ini juga mencakup pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman siswa sebelum dan sesudah menerima materi bencana. Ia menyebut, setelah simulasi panitia bersama siswa-siswi melakukan evaluasi yang dipandu oleh tim dari BASARNAS dan dosen Keperawatan. “Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekurangan selama simulasi dan memberikan masukan agar tindakan lebih efektif di masa mendatang,” ungkap Marta. 

Pada akhir, Marta berharap penyuluhan ini bisa meningkatkan kesiapsiagaan siswa serta masyarakat dalam menghadapi bencana gempa Megathrust. “Harapan kami, pengalaman ini dapat menumbuhkan kesiapsiagaan serta respons yang tepat, cepat, dan tanggap dalam mengantisipasi bencana,” pungkasnya. 

Penulis: Hana Mufidatuz Zuhrah

Editor: Edwin Fatahuddin