Artikel ini mengkaji penggunaan ekspresi negatif dalam postingan Instagram Joko Widodo (Jokowi) pada masa kampanye pemilu keduanya di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis kata kunci komparatif berbasis korpus dan kerangka linguistik fungsional sistemik, yang secara khusus berfokus pada teori penilaian. Kajian tersebut menemukan bahwa Jokowi menggunakan ekspresi negatif dalam postingan Instagramnya. Namun tidak menyerang atau mendelegitimasi karakter lawan politiknya, Jenderal Prabowo Subiyanto. Kajian ini memberikan implikasi teoretis pada bidang wacana politik, komunikasi, dan linguistik dalam perspektif retoris Indonesia.
Metode Penelitian
Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data dari keterangan Instagram Jokowi antara tanggal 23 September 2018 hingga 13 April 2019, selama kampanye pemilu keduanya dan beberapa bulan setelah pelantikannya sebagai presiden Indonesia. Perangkat lunak AntConc digunakan untuk mengumpulkan postingan Instagram dan melakukan analisis kata kunci komparatif. Studi tersebut menganalisis frekuensi kata kunci dalam postingan Instagram Jokowi dan membandingkannya dengan korpus PTDC AS yang berisi 4.659.381 kata.
Penekanannya adalah pada kemunculan frekuensi yang tidak biasa dalam daftar kata kunci, dengan kata-kata yang berhubungan dengan konten dianalisis untuk penggunaan retoris, makna, dan fungsinya. Analisis kualitatif diterapkan setelah daftar kata kunci dalam konteks telah selesai untuk menafsirkan makna retoris dan bentuk postingan menggunakan kerangka penilaian.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian mengungkapkan, Joko Widodo (Jokowi) menggunakan ekspresi negatif dalam postingan Instagram-nya saat kampanye pemilu keduanya di Indonesia. Namun ungkapan negatif tersebut tidak menyerang atau mendelegitimasi karakter lawan politiknya, Jenderal Prabowo Subiyanto. Studi tersebut menemukan bahwa Jokowi menggunakan sikap negatif tidak langsung, dengan fokus pada isu-isu seperti korupsi, birokrasi, dan kepekaan agama, tanpa secara langsung menyerang karakter lawannya.
Studi ini juga menyoroti pentingnya memahami negativitas Indonesia dan refleksinya dalam kampanye Jokowi, sehingga memperkaya teori penilaian dari perspektif Indonesia. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi penggunaan ekspresi negatif dalam postingan Instagram Joko Widodo (Jokowi) pada kampanye pemilu keduanya di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis kata kunci komparatif berbasis korpus dan kerangka linguistik fungsional sistemik, yang secara khusus berfokus pada teori penilaian. Kajian tersebut menemukan bahwa Jokowi menggunakan ekspresi negatif dalam postingan Instagramnya, namun tidak menyerang atau mendelegitimasi karakter lawan politiknya, Jenderal Prabowo Subiyanto. Kajian ini memberikan implikasi teoretis pada bidang wacana politik, komunikasi, dan linguistik dalam perspektif retoris Indonesia.
Jokowi menggunakan Ungkapan Negatif
Berdasarkan hal tersebut diungkapkan bahwa Jokowi menggunakan sikap negatif tidak langsung, dengan fokus pada isu-isu seperti korupsi, birokrasi, dan kepekaan agama, tanpa secara langsung menyerang karakter lawannya. Negatif tidak langsung ini memungkinkan Jokowi untuk mengkritik kebijakan dan tindakan lawannya tanpa melakukan serangan pribadi. Studi ini juga menyoroti pentingnya memahami negativitas Indonesia dan refleksinya dalam kampanye Jokowi, sehingga memperkaya teori penilaian dari perspektif Indonesia. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pemahaman wacana dan komunikasi politik dalam konteks Indonesia, khususnya selama kampanye pemilu. Studi ini menunjukkan bagaimana valensi negatif dapat digunakan secara efektif dalam komunikasi politik tanpa menggunakan serangan karakter, yang merupakan kontribusi signifikan terhadap bidang wacana politik dan linguistik.
Penelitian ini mengkaji penggunaan ekspresi negatif dalam postingan Instagram Joko Widodo (Jokowi) pada kampanye pemilu keduanya di Indonesia. Riset menemukan bahwa Jokowi menggunakan ungkapan-ungkapan negatif, namun tidak menyerang atau mendelegitimasi karakter lawan politiknya, Jenderal Prabowo Subiyanto. Jokowi menggunakan sikap negatif tidak langsung, fokus pada isu-isu seperti korupsi, birokrasi, dan kepekaan agama, tanpa secara langsung menyerang karakter lawannya. Studi ini menyoroti pentingnya memahami negativitas Indonesia dan refleksinya dalam kampanye Jokowi, sehingga memperkaya teori penilaian dari perspektif Indonesia.
Nama Penulis: Yunita Nugraheni, Yudhi Arifani, Nadya Afdholy, Nur Hidayat, Yaoping Liu
Baca juga: Presiden Jokowi Menugaskan FRI Merancang Peta Jalan Indonesia Maju 2045





