Universitas Airlangga Official Website

Penilaian risiko kesehatan akibat kontaminasi logam pada beras Malaysia

Kontaminasi logam pada bulir beras merupakan masalah global yang kritis, yang menimbulkan risiko kesehatan yang serius dan mempengaruhi keamanan pangan, terutama di negara-negara seperti Malaysia di mana beras merupakan makanan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas berbagai perlakuan pemasakan, dengan fokus pada perebusan sebelum pemasakan serapan (PBA), dalam mengurangi kontaminasi logam pada beras Malaysia. Kadar logam diukur menggunakan spektrometri massa plasma induktif tandem (ICP-MS/MS), dan risiko kesehatan dinilai mengikuti pedoman USEPA. Perebusan sebelum pemasakan serapan ditemukan dapat menghilangkan 77,9% logam beracun dan 68,4% logam esensial sambil menjaga konsentrasi arsenik (As), kadmium (Cd) dan timbal (Pb) di bawah batas yang diizinkan. Penilaian risiko kesehatan deterministik menunjukkan bahwa PBA mengurangi indeks bahaya sebesar 84,5% dan risiko karsinogenik seumur hidup (LCR) dari paparan As sebesar 88,9%. Nilai bahaya untuk nikel (Ni) dan seng (Zn) tetap dapat diterima untuk semua kelompok umur kecuali untuk As pada anak-anak, di mana LCR melebihi batas yang diizinkan. Simulasi Monte Carlo mengungkapkan bahwa lebih dari 95% individu di seluruh kelompok umur menghadapi risiko non-karsinogenik dan karsinogenik yang tidak dapat diterima dari paparan As, terlepas dari metode memasak. Sebagai kesimpulan, PBA secara efektif menurunkan konsentrasi logam dan risiko kesehatan, terutama untuk logam beracun dalam beras. Penelitian selanjutnya dapat meningkatkan akurasi penilaian risiko dengan menganalisis bioavailabilitas logam dan spesiasi logam terutama As.