Universitas Airlangga Official Website

Peningkatan Kolestasis Ekstrahepatik yang Dramatis setelah Terapi Steroid

Menangani Cacat Ginjal dan Saluran Kemih pada Bayi Baru Lahir di Negara Berkembang
Sumber: Halodoc

Atresia bilier masih menjadi masalah kesehatan dan penyebab utama transplantasi hati meskipun telah dilakukan operasi Kasai. Laporan kasus ini menjelaskan seorang bayi dengan kolestasis ekstrahepatik yang membaik dengan steroid. Seorang bayi perempuan berusia 1 bulan 24 hari datang dengan keluhan utama ikterus disertai tinja pucat, urin berwarna gelap, dan perut yang membuncit sejak usia dua minggu. Temuan laboratorium menunjukkan peningkatan tes fungsi hati (AST 99 U/L, ALT 87 U/L, GGT 100,9 U/L, dan ALP 968 U/L) dan kolestasis (bilirubin total 10,02 mg/dL dan bilirubin direk 7,34 mg/dL) dengan anemia (Hb 9,0 g/dL), disertai dengan IgG CMV reaktif dan IgM CMV reaktif.

Pemeriksaan ultrasonografi abdomen dua fase menunjukkan kantung empedu dengan panjang ±2,54 cm, peningkatan HA/PV, dan indeks kontraktilitas kandung empedu ±76%. Biopsi hati perkutan menunjukkan adanya kolestasis ekstrahepatik. Setelah delapan minggu pengobatan dengan steroid dan asam ursodeoxycholic, terlihat adanya perbaikan pada kondisi klinisnya, biomarker laboratorium (AST 41 U/L, ALT 77 U/L, GGT 115 U/L, ALP 383 U/L, bilirubin total 0,3 mg/dL, bilirubin langsung 0,1 mg/dL, dan Hb 13,8 g/dL) dan indeks kontraktilitas kandung empedu membaik.  Pemberian steroid pada kolestasis ekstrahepatik mungkin dapat membantu memperbaiki peradangan pada sistem empedu dan mencegah perkembangan obstruksi empedu menjadi atresia bilier. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan efektivitas steroid dalam menghambat terjadnya obstruksi saluran empedu.

Penulis: Dr. Bagus Setyoboedi, dr.,Sp.A(K)

Disarikan dari:  Setyoboedi B, Prihaningtyas RA, Arief S.  Dramatic Extrahepatic Cholestasis Improvement after Steroid Therapy.  Korean J Gastroenterol 2025;85:207-215.  https://doi.org/10.4166/kjg.2024.138