Universitas Airlangga Official Website

Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang ASI Eksklusif dan Stunting dengan Edukasi Gizi

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan karena ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang. Kelompok usia bayi 0-6 bulan disarankan hanya menerima ASI saja tanpa adanya tambahan cairan ataupun makanan padat lain, seperti susu formula, madu, air putih, pisang, pepaya, dan bubur selama 6 bulan. Menurut World Health Organization (2003), setelah bayi lahir harus segera diberikan ASI karena hal tersebut merupakan pemberian makanan yang tepat. Menurut catatan Dinkes Propinsi Jatim pada tahun 2021, cakupan ASI Eksklusif di Jawa Timur mencapai 71,7%. ASI Eksklusif juga terbukti dapat menurunkan risiko kerdil atau stunting. Rendahnya tingkat pemberian ASI Ekslusif dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu rendahnya pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI eksklusif. Faktor utama dalam menentukan status anak adalah ibu. Maka dari itu, pentingnya pengetahuan ibu untuk melakukan ASI eksklusif, sehingga dapat membantu meningkatkan status gizi anak.

Metode dan hasil

Edukasi gizi dilakukan dengan metode penyuluhan dan demo masak. Pre-post test terkait pengetahuan gizi diberikan sebanyak dua kali, sebelum dan sesudah edukasi gizi. Edukasi dilakukan melalui metode ceramah menggunakan media power point berisi materi ASI Eksklusif dan dilanjut dengan media leaflet yang berisi materi Stunting dari Kementerian Kesehatan RI. gian media, sesi edukasi dan sharing/diskusi. Materi yang diberikan yaitu tentang definisi ASI Eksklusif, manfaat ASI Eksklusif untuk ibu dan bayi, perbedaan ASI dan Susu Formula, cara memberikan ASI Eksklusif bagi ibu yang bekerja, dan cara penyimpanan ASI yang baik dan benar di rumah. Materi selanjutnya yang disampaikan yaitu mengenai Stunting (pengertian, penyebab, dampak, dan cara mengatasi melalui kecukupan gizi, imunisai, serta memperbaiki sanitasi). Untuk demo masak, menu yang didemokan yaitu Sawi Gulung Isi Tahu Wortel Ayam yang kaya akan gizi.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi yang signifikan pada ibu hamil dan menyusui yang diberikan edukasi gizi dan demo masak. Peningkatan pengetahuan tentang ASI Eksklusif dan Stunting tersebut juga didukung oleh penggunaan media power point dan leaflet sebagai alat untuk menyampaikan informasi. Pesan yang tercantum dalam power point dan leaflet dilengkapi dengan gambar berwarna menarik serta penggunaan kalimat yang singkat dapat mempermudah ibu dalam proses memahami dan mengingat informasi yang telah disampaikan. Menurut Notoatmodjo, mata adalah indera yang banyak mengalirkan pengetahuan sebesar 75 – 87% menuju ke otak. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa cara menyampaikan edukasi menggunakan alat visual lebih membantu mempermudah penyampaian informasi. Hal ini dikarenakan proses penerimaan pengetahuan pada seseorang melibatkan indera individu tersebut. Lalu, pelaksanaan kegiatan demo masak ini bertujuan agar ibu hamil dan menyusui dapat membuat alternatif menu sehat yang dapat digunakan sebagai makanan selingan yang dapat mencukupi zat gizi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Penulis artikel populer: Qonita Rachmah

Penulis jurnal: Diah Riski Hedianti, Yolanda Eggy Varera , Qonita Rachmah

Judul artikel: Edukasi dan Demo Masak pada Ibu Hamil dan Menyusui Tentang ASI Eksklusif dan Stunting di Kelurahan Rungkut Tengah Kota Surabaya

Artikel lebih lengkap dapat dibaca pada:

https://www.researchgate.net/publication/376216324_Edukasi_dan_Demo_Masak_Pada_Ibu_Hamil_dan_Menyusui_Tentang_ASI_Eksklusif_dan_Stunting_di_Kelurahan_Rungkut_Tengah_Kota_Surabaya