Peningkatan Universal Health Coverage sebaiknya tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur kesehatan dan peningkatan jumlah tenaga kerja kesehatan akan tetapi menyeimbangkan pembangunan, pengembangan dan tata kelola yang baik terhadap infrastruktur dan tenaga kesehatan adalah pendekatan yang rasional dan tepat bagi negara-negara yang berusaha mencapai UHC pada tahun 2030.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) negara-negara secara signifikan mempengaruhi Cakupan Layanan Kesehatan atau Health Service Coverage mereka. Ini menimbulkan tantangan ganda yang dihadapi oleh negara dengan sumber daya terbatas. Bagi negara ini, sangat penting untuk terlebih dahulu berkonsentrasi pada peningkatan pembangunan mereka secara keseluruhan untuk menghasilkan lebih banyak sumber daya. Selain itu, meningkatkan kualitas pemerintahan juga sangat penting untuk memastikan alokasi sumber daya yang efektif dan efisien. Berinvestasi dalam infrastruktur kesehatan dan meningkatkan jumlah tenaga kesehatan dapat menghasilkan layanan yang dapat diakses akan tetapi tidak terjangkau, dan berpotensi memperburuk beban keuangan bagi masyarakat.
Dengan target UHC yang kurang dari satu dekade lagi, ditambah dengan dampak pandemi COVID-19, temuan studi kami memberikan panduan berharga untuk membentuk prioritas pembangunan. Bagi negara-negara yang bercita-cita untuk memperkuat sistem kesehatan mereka guna mencapai UHC pada tahun 2030, strategi tersebut tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan perluasan tenaga kerja. Sebaliknya, memberikan perhatian yang sama pada kemajuan dalam pengembangan dan tata kelola dapat meningkatkan aksesibilitas tenaga kesehatan dan fasilitas yang terstandarisasi sambil memastikan keterjangkauan bagi warga negara. Pendekatan komprehensif ini memiliki potensi untuk secara signifikan membantu negara-negara mencapai target UHC pada tahun 2030.
Universal Health Covearge (UHC) memastikan bahwa layanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas tinggi dapat diakses oleh semua individu tanpa membebani secara finansial. UHC mencakup berbagai layanan kesehatan, mulai dari promosi kesehatan dan pencegahan penyakit hingga penyediaan pengobatan, rehabilitasi, dan perawatan paliatif. Dengan mengurangi dampak ekonomi dari biaya medis pribadi, UHC membantu mencegah individu jatuh ke dalam kemiskinan. Pada tahun 2025, UHC diharapkan dapat memberikan manfaat kepada satu miliar orang tambahan dengan meningkatkan perlindungan darurat kesehatan dan memperbaiki kesejahteraan secara keseluruhan.
Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang signifikan baik pada negara kaya maupun miskin. Layanan esensial terganggu di 92 % negara pada tahun 2021 pada puncak pandemi, dan bahkan 84% negara melaporkan gangguan yang terus berlanjut pada tahun 2022. Meskipun menghadapi masalah yang sama, negara-negara berpendapatan rendah lebih rentan, terutama karena resesi ekonomi dunia yang dipicu oleh pandemi. Sejak dinyatakan sebagai pandemi, COVID-19 telah menyebabkan lebih dari 600 juta kasus dan 6 juta kematian, menunjukkan ketidakcukupan sistem kesehatan global.Selama periode ini, masih ada kekurangan tenaga kesehatan, obat-obatan, dan fasilitas kesehatan, bahkan saat upaya untuk menerapkan UHC sedang berlangsung.
Penulis : Rahayu Lubis, Santi Martini.
Sumber : Â Journal Clinical epidemiologi and Global Health www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2213398424003373
Baca juga: Keikutsertaan Masyarakat dalam Vaksinasi Covid-19





