Dunia Kesehatan berkembang maju pesat. Nyawa manusia seolah berkejaran dengan penemuan obat atau terapi baru dan penyakit baru, ataupun penyakit yang sama dengan virus atau kuman yang telah mengalami perubahan, yang kita sebut dengan mutasi.
Sementara dunia begitu luas, untuk hal yang satu ini, mau tidak mau kita harus berkomunikasi. Antar daerah teritorial yang paling kecil, sebut saja desa, lebih besar menjadi kota, lalu propinsi, pulau, dan satu negara, kemudian dengan negara tetangga, dengan negara dalam lingkup satu benua, dengan negara berbeda benua. Begitulah, komunikasi diperlukan mengingat berkembangnya penyakit di satu wilayah kecil, dapat menjadi endemik di negara tersebut karena proses penularan dengan cepatnya, bahkan menjadi pandemik bila mengenai sebagian besar atau bahkan seluruh negara di dunia. Demikian pula dengan perkembangan terapi, obat baru yang ditemukan melalui penelitian oleh negara maju harus dapat diinformasikan ke negara lain sehingga banyak memberikan kemanfaatan dengan banyaknya nyawa yang tertolong.
Dari sisi virus atau kuman saja mungkin ada komunikasi diantara mereka sehingga mereka bisa mengalami mutasi, mengubah diri supaya bisa lolos dari target pengobatan, dan bahkan menjadi lebih ganas sehingga membuat parah dan akhirnya meninggal pada manusia yang ditempatinya. Begitulah, setiap makhluk hidup perlu berkomunikasi.
Bagaimana dunia medis berkomunilkasi dengan sejawatnya yang tak terhitung, baik di dalam negeri maupun antar negara, supaya individu yang bergerak di dunia medis ini mengetahui pula perkembangan penyakit dan terapi di dunia luar tanpa harus menjelajah dunia?
Manusia mulai berpikir, harus ada pusat data yang dapat menjembatani semua itu. Lalu masalah timbul, bagaimana cara setiap individu dapat mencari data di pusat data tanpa dirinya harus pergi jauh? Seiring dengan perkembangan teknologi atas ijin Alloh subhanahu wa ta’ala, manusia menggunakan akalnya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi ini. Disediakan satu alamat yang bisa diakses di dunia maya, yang tempat tersebut merupakan kumpulan dari laporan segala jenis temuan genetik baru, baik temuan itu pada manusianya ataupun pada virus atau kumannya.
Alamat yang mulanya hanya satu tersebut kemudian berkembang banyak sesuai dengan apa yang dibutuhkan manusia, sehingga semuanya menadi terpusat. Ada alamat untuk mengakses jenis mutasi genetik pada keganasa, ada alamat untuk mengakses varian genetik pada vector pembawa penyakit, misalnya nyamuk, tikus dan sebagainya. Ada alamat untuk mengakses mutasi yang terjadi pada virus, pada kuman, dan masih banyak lagi. Semua orang yang berkepentingan dapat mengakses dan dapat melaporkan. Semua laporan yang masuk tentu bermanfaat dan memberikan banyak informasi bagi para ilmuwan yang memerlukannya. Subhanalloh, Alloh yang Maha Berilmu dan Maha Besar telah mengilhami manusia dan memberikan kekuatan pada makhlukNya untuk mewujudkan semua ini. Semua dengan tujuan untuk mempelajari ilmu Alloh pula.
Ada genebank, ada clinvar dan banyak lagi. Bagaimana mengaksesnya ? Dengan membukanya melalui komputer yang tersambung dengan internet. Bahkan darinya kita dapat mempelajari kekerabatan suatu virus, kuman atau hewan berdasarkan kemiripan karakteristik yang telah diolah oleh komputer berdasarkan input yang masuk.
Sungguh Alloh pencipta jagad raya ini luar biasa, Maha Sempurna. Membekali makhluknya dengan kepandaian dan daya komunikasi keilmuan yang begitu rapi. Sudah sepatutnya kita sangat bersyukur kepada Alloh.
Bentuk komunikasi ini tidak hanya lewat internet. Namun dalam periode tertentu orang-orang dengan keminatan yang sama bertemu dan berkumpul untuk membahas perkembangan terkini dari penyakit, viru, kuman atau keganasan tertentu, dan mereka membagi diri membentuk komunitas pada keseminatan yang sama. Kelompok inilah yang biasanya menjadi pionir untuk perkembangan keilmuan spesifik tertentu. Pusat data ini ada manusia-manusia pengolahnya yang tidak berada pada satu negara. Misalnya pusat data untuk keganasan berbeda negara dengan pusat data penyakit-penyakit yang diturunkan seperti talasesemia.
Bahkan pusat data ini juga memverifikasi data baru yang masuk sebelum temuan baru tersebut dipublikasikan. Artinya, publikasi dapat diteruskan apabila temuan baru tersebut telah lolos verifikasi dari pusat data tersebut.
Pusat data yang banyak ini haruslah ada pengendali di atasnya, sementara ini pengendalinya adalah WHO. WHO sendiri pun juga banyak mengeluarkan guidelines atau prosedur tetap untuk dipakai di seluruh dunia hingga saat ini, baik berupa pengklasifikasian penyakit tertentu untuk kepentingan diagnosis maupun tatalaksana terapi.
Penulis: Yetti Hernaningsih
Link article: Central resources of variant discovery and annotation and its role in precision medicine





