UNAIR NEWS – Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Webinar Komisi Etik Penelitian pada Selasa (6/5/2025). Webinar ini dilaksanakan daring dengan narasumber dr Wiwin Hendriani SPsi MSi, dr Samian MPsi Psikolog, dan Bani Bacan Hacantya SPsi MSi. Wiwin menekankan beberapa aspek krusial yang wajib diperhatikan oleh setiap peneliti.
Pertama, kejujuran penelitian menjadi landasan utama yang tak tergoyahkan. Kedua, ketepatan penelitian untuk memastikan bahwa hasil yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Aspek ketiga yang ditekankan adalah transparansi.
Menurut Wiwin, riset yang berkualitas tinggi akan mampu dikomunikasikan secara terbuka dan jelas, tanpa adanya praktik penyembunyian informasi. Terakhir, sikap hormat terhadap subjek penelitian, kolega, maupun pihak-pihak lain yang berkontribusi dalam riset merupakan hal yang esensial. “Jadilah peneliti yang bertanggung jawab yang tidak hanya berfokus pada pencapaian tujuan pribadi. Tetapi juga peduli terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam proses penelitian,” ujar Wiwin.
Antisipasi Persoalan
Mengantisipasi berbagai persoalan yang berpotensi muncul juga penting dalam penelitian. pada Termasuk permasalahan subjek hasil penelitian, ancaman plagiasi yang dapat mempengaruhi orisinalitas karya ilmiah, adanya pemalsuan data yang akan merusak fondasi keilmuan.

Selain itu, juga adanya potensi konflik kepentingan yang dapat mengaburkan objektivitas peneliti, risiko kesalahan prosedur metodologis yang dapat menggugurkan keabsahan temuan. Hingga potensi kerugian lanjut yang dapat menimpa pihak-pihak terkait akibat diseminasi informasi yang keliru.
“Praktik-praktik tidak etis yang dapat merusak penelitian ilmiah tidak akan ditolerir. Langkah-langkah tegas akan diambil untuk memastikan setiap hasil penelitian yang terpublikasi telah melalui proses verifikasi yang komprehensif dan bebas dari segala bentuk kecurangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sosialisasi mengenai etika penelitian, peningkatan pengawasan terhadap proses penelitian, serta mekanisme pelaporan dan penanganan dugaan pelanggaran yang transparan dan akuntabel sangat penting. “Partisipasi aktif dari komunitas ilmiah untuk bersama-sama menjaga kualitas dan integritas penelitian juga penting,” katanya.
Ethical clearance
Proses ethical clearance adalah proses penilaian yang dilakukan komisi etik untuk memastikan penelitian dilakukan sudah memenuhi standar etik. Bukan sekadar formalitas, ethical clearance melindungi hak, keselamatan, dan kesejahteraan setiap individu yang terlibat dalam eksplorasi. Lebih dari itu, komisi etik juga menyoroti kelengkapan naskah penelitian pada tahap awal telaah.
Alur telaah karya kian komprehensif. Setelah lolos dari verifikasi awal, protokol penelitian akan dihadapkan pada dua penelaah yang kompeten untuk menguji standar etik. “Jika karya lolos ditelaah dua orang. Satu penelaah tambahan akan turut mengevaluasi, dan akan menghadirkan dialog yang dimediasi demi objektivitas karya,” ujarnya. Ethical clearance bukan lagi sekadar prosedur, melainkan pilar penting dalam membangun sebuah riset.
Penulis: Arifatun Nazilah
Editor: Yulia Rohmawati





