Universitas Airlangga Official Website

Penyebab Malassezia Folikulitis

Penyebab Malassezia Folikulitis
Ilustrasi Malassezia Folikulitis (sumber: doktersehat)

Malassezia Folikulitis (MF) adalah infeksi kronis pada folikel pilosebasea yang disebabkan oleh jamur kulit. MF terjadi akibat pertumbuhan berlebih dari ragi yang terdapat pada flora kulit normal dan dapat dikaitkan dengan kondisi yang mengubah flora ini, seperti penggunaan imunosupresi jangka panjang.

Obat antijamur menghasilkan perbaikan klinis yang dramatis pada penyakit ini. Tindak lanjut rutin untuk memantau perbaikan klinis dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan sangat penting.

Kasus:  pasien laki-laki berusia 27 tahun datang dengan keluhan utama berupa lesi kulit gatal yang menetap selama 1 minggu. Pada pemeriksaan kulit ditemukan papula dan pustula monomorfik multipel dan luas dengan eritema di dada dan punggung. Pasien memiliki riwayat glaukoma sekunder dan mengonsumsi metilprednisolon 4 mg selama 3 bulan. Pemeriksaan dermatologis regio thorakalis anterior dan posterior menunjukkan banyak papula folikular monomorfik berukuran 2-4 mm dan papulopustula dengan eritema perifolikular di badan bagian atas dan punggung.

Diagnosis dibuat berdasarkan temuan klinis, yang harus dilengkapi dengan spesimen untuk mikroskopi jamur, dermoskopi, lampu wood, dan respons terhadap pengobatan tertentu. Pemeriksaan KOH pada folikel rambut dan pustula menunjukkan banyak sel ragi bertunas bulat yang sesuai dengan Malassezia sp. Pemeriksaan dermoskopi menunjukkan pustula folikel dan sisik perilesional berwarna putih kotor dengan eritema di sekitarnya dan pemeriksaan lampu wood menunjukkan warna hijau kuning cerah atau kadang-kadang fluoresensi biru atau putih cerah.

Terapi pasien dengan ketoconazole oral 2x200mg selama 4 minggu dan sampo ketoconazole 2% 2-3 kali seminggu, serta menghentikan konsumsi kortikosteroid oral. Satu bulan setelah perawatan selesai, pemeriksaan klinis di dada dan punggung hilang sepenuhnya, meninggalkan lesi kemerahan pucat di punggung.

Malassezia adalah jamur kompleks yang merupakan bagian dari mikrobioma kulit normal. Mereka memiliki potensi patogenik dan mampu menyebabkan penyakit terkait kulit melalui berbagai mekanisme. MF dapat disebabkan oleh obat seperti kortikosteroid oral atau sistemik, antibiotik, dan penggunaan obat imunosupresif. Pada pasien dengan imunosupresi, lesi dapat menyebar sehingga penting untuk membedakan folikulitis Malassezia spp. dari lesi kulit yang disebabkan oleh penyebaran hematogen Candida spp. Erupsi mirip jerawat yang disebabkan oleh obat-obatan dan infeksi bakteri, dan jerawat. Kekambuhan umum terjadi setelah pengobatan selesai, dan terapi pemeliharaan seperti antijamur topikal mingguan atau oral bulanan telah digunakan sebagai tindakan pencegahan.

Penulis: dr.Evy Ervianti,Sp.DVE,Subsp.DT

Link: https://www.jpad.com.pk/index.php/jpad/article/view/2364

Baca juga: Hidrasi Kulit pada Pasien dengan Dermatitis Atopik