Universitas Airlangga Official Website

Peran Bahan Magnit dalam Meningkatkan Kerhasilan Perawatan Implan Gigi

Foto oleh dentaltravelpoland.co.uk

Suatu implan gigi dikatakan sukses bila terjadi integrasi yang baik antara implan, tulang dan jaringan sekitarnya. Ketika didapatkan bone loss di tulang crestal alveolar, akan mempengaruhi ketahanan suatu implan, dan pada akhirnya menyebabkan kegagalan. Static magnetic field (SMF) merupakan hal yang menarik di dunia kedokteran gigi, dan telah banyak digunakan terutama di bidang Prostodonsi, yaitu sebagai prostesis dan gigi tiruan lepasan dukungan implan. Sedangkan penggunaan SMF sebagai healing abutment masih dalam berbagai penelitian.

Saat ini penelitian sedang dilakukan langsung pada manusia, dengan tujuan untuk mempelajari bagaimana SMF dapat menurunkan kejadian bone loss di tulang crestal alveolar marginal setelah pemasangan implan gigi. SMF diketahui akan mengaktivasi jalur kanonikal ligand Wnt, yang mana akan meningkatkan ekspresi beta catenin dan fosforilasi GSK-3b, serta mengaktivasi MAPK dan NF-Kb pada proses transkripsi gen osteoblastogen. Oleh karena itu, SMF dapat mempengaruhi penyembuhan tulang dan regenerasi jaringan periodontal.

Melalui penelitian ini diharapkan mendukung peran SMF sebagai healing abutment dalam menurunkan kejadian marginal crestal bone loss, yaitu dengan melalui peningkatan diferensiasi osteoblas pada tahap oseointegrasi.

Penulis: Leonard Christiaan Nelwan, drg., Sp.Pros

Untuk artikel kami secara lengkap dapat diakses di: http://www.jidmr.com/journal/wp-content/uploads/2022/06/68-10-10-The-Role-D22_1783_Dian_Agustin_Wahjuningrum_Indonesia.pdf

Untuk mensitasi artikel kami dapat dilakukan dengan cara:

Nelwan LC, Nelwan SC, Meizarini A, Nowwarote N. The role of static magnetic field healing abutment in osteoblastic differentiation to reduce marginal crestal bone loss. J Int Dental Med Res, 2022; 15:896-898.