Sevoflurane adalah anestesi volatil yang digunakan dalam prosedur anestesi umum, dengan kemungkinan menghasilkan metabolit nefrotoksik yang dapat menyebabkan cedera ginjal akut (AKI). Teknik anestesi aliran gas rendah meningkatkan risiko ini karena peningkatan degradasi sevoflurane dalam sirkuit pernapasan. Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin (NGAL) adalah biomarker yang sensitif untuk mendeteksi AKI, yang diproduksi oleh sel epitel tubulus ginjal setelah cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas NGAL dalam mendeteksi AKI yang disebabkan oleh anestesi sevoflurane dengan menggunakan sampel urin dan plasma, mengingat NGAL dapat memberikan deteksi dini yang non-invasif dan cepat.
Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang untuk mengevaluasi kadar NGAL dalam mendeteksi cedera ginjal akut (AKI) akibat anestesi dengan sevoflurane. Subjek penelitian adalah pasien dewasa (18-65 tahun) yang menjalani operasi elektif dengan teknik anestesi aliran gas rendah (≤ 2 L/menit). Pasien dengan riwayat penyakit ginjal kronis, sepsis, atau kondisi lain yang dapat memengaruhi hasil biomarker dikeluarkan dari penelitian.
Sampel darah dan urin diambil pada tiga waktu: sebelum anestesi (baseline), dua jam setelah induksi, dan empat jam pascaoperasi. Kadar NGAL diukur menggunakan metode ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) dengan sampel yang disimpan pada suhu -80°C hingga analisis. Konsentrasi sevoflurane dan aliran gas segar dimonitor secara real-time menggunakan perangkat gas analyzer untuk memastikan ketepatan protokol.
Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak statistik, dengan uji parametrik atau non-parametrik sesuai distribusi data. Perubahan kadar NGAL di antara waktu pengukuran dievaluasi, dan nilai p < 0,05 dianggap signifikan secara statistik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sensitivitas dan spesifisitas NGAL sebagai biomarker non-invasif dalam mendeteksi AKI secara dini.
Penelitian ini menunjukkan peningkatan signifikan kadar NGAL dalam urin dan plasma pada pasien yang menjalani anestesi sevoflurane dengan teknik aliran gas rendah. Kadar NGAL meningkat dua jam setelah induksi anestesi dan mencapai puncaknya empat jam pascaoperasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa NGAL dapat digunakan sebagai biomarker sensitif untuk mendeteksi cedera ginjal akut (AKI) pada tahap awal.
Peningkatan NGAL terkait dengan metabolit nefrotoksik sevoflurane, seperti fluoroasetat dan senyawa A, yang terbentuk selama anestesi aliran gas rendah. Metabolit ini meningkatkan degradasi sevoflurane, meningkatkan risiko cedera tubulus ginjal. NGAL berfungsi sebagai indikator regenerasi ginjal dan peningkatan proliferasi sel setelah cedera, yang menjadikannya biomarker yang efektif untuk AKI.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa NGAL dapat mendeteksi AKI pada pasien dengan kondisi kritis, seperti pascaoperasi dan sepsis. Keunggulan NGAL adalah sifatnya yang non-invasif, sensitivitas tinggi, dan hasil yang cepat, menjadikannya alat diagnostik potensial untuk memantau fungsi ginjal pada pasien yang menjalani anestesi. Meski demikian, penelitian lebih lanjut dengan sampel lebih besar diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini dalam populasi yang lebih luas dan kondisi klinis yang lebih bervariasi.
Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin (NGAL) adalah biomarker yang sangat sensitif dan non-invasif untuk mendeteksi cedera ginjal akut (AKI) yang terjadi akibat anestesi dengan sevoflurane, khususnya pada teknik aliran gas rendah. Peningkatan kadar NGAL dalam urin dan plasma dapat terdeteksi dalam waktu dua jam setelah induksi anestesi dan mencapai puncaknya dalam empat jam pascaoperasi, menjadikannya indikator yang efektif untuk deteksi dini AKI.
Mekanisme cedera ginjal yang disebabkan oleh metabolit sevoflurane, seperti fluoroasetat dan senyawa A, berperan dalam meningkatkan kadar NGAL sebagai respons terhadap kerusakan tubulus ginjal. Hasil penelitian ini mendukung potensi NGAL sebagai alat diagnostik yang dapat digunakan untuk memantau kondisi ginjal pasien selama prosedur anestesi, khususnya dalam situasi dengan risiko tinggi AKI.
Penting untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan dalam berbagai kondisi klinis untuk mengonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi aplikasi NGAL dalam praktek klinis sehari-hari. Dengan demikian, NGAL dapat menjadi biomarker yang sangat berguna untuk diagnosis dan pemantauan cedera ginjal akut, serta untuk evaluasi terapi yang lebih tepat.
Penulis: Dr. Kohar Hari Santoso, dr., SpAn-TI., Subsp. TI(K)., Subsp. An. Ped(K)
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://jmpcr.samipubco.com/article_195512.html
Baca juga: Peran Protein S100B dalam Memprediksi Keparahan Cedera Otak





