Universitas Airlangga Official Website

Peran Media Sosial sebagai “Voluntary Intellectual Capital Disclosure” Universitas di Indonesia

Foto by invadedigitalmedia

Teknologi Web 2.0, khususnya platform media sosial, telah meningkatkan tingkat konektivitas yang memungkinkan penyebaran informasi secara cepat. Hal ini telah membangkitkan minat organisasi publik maupun swasta untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam perkembangan media sosial. Media sosial dipandang sebagai sarana untuk mempromosikan keterlibatan publik dan akuntabilitas di sektor publik. Di samping itu, media sosial diyakini mampu mendorong bisnis menuju pencapaian keunggulan yang lebih kompetitif melalui kerjasama yang saling menguntungkan dengan pemangku kepentingan. 

Universitas sebagai institusi yang bertanggung jawab untuk menciptakan masyarakat yang berpengetahuan, didorong untuk menjaga hubungan baik dengan para pemangku kepentingan. Para ahli percaya bahwa keberadaan media sosial dapat memobilisasi informasi mengenai prestasi kinerja kampus, program studi, serta membangun komunikasi interaktif dengan mahasiswa. Adopsi media sosial oleh institusi pendidikan tinggi dapat menghasilkan sumber daya baru berupa modal sosial yang dapat digunakan untuk mendukung kinerja institusi. Dengan demikian, pengungkapan modal intelektual dapat menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan keunggulan dalam penelitian, pengajaran, dan dedikasi untuk kemajuan masyarakat yang berpengetahuan.

Tulisan ini berisi analisis peran media sosial sebagai sarana pengungkapan modal intelektual terhadap kinerja perguruan tinggi di Indonesia, khususnya terkait hubungan antara popularitas institusi pendidikan tinggi pada platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube dengan variabel kinerja universitas yang digunakan untuk mengekspresikan nilai modal manusia, struktural, dan relasional. Data popularitas media sosial di seluruh perguruan tinggi di Indonesia digunakan dan dicapai dengan mengumpulkan jumlah pengikut dan posting dari akun resmi masing-masing perguruan tinggi. Analisis regresi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara popularitas media sosial dan kinerja universitas yang diproksikan oleh modal intelektual. Penting untuk dicatat bahwa data dikumpulkan pada hari yang sama untuk menghindari perbedaan jumlah pengikut dan posting yang dibuat oleh institusi pendidikan tinggi.

Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara universitas swasta dan publik dalam kaitannya dengan jumlah follower dan jumlah like pada jejaring media sosial mereka. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ditemukan memiliki jumlah follower yang lebih banyak pada akun media sosial Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube. Status mereka sebagai favorit semakin meningkatkan kecenderungan calon siswa untuk mengikuti akun media sosial mereka dengan harapan mendapatkan informasi komprehensif tentang kegiatan PTN. Selanjutnya, hasil analisis menunjukkan bahwa popularitas universitas di media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap modal relasional. Pengungkapan sukarela elemen modal intelektual di Facebook, Instagram, dan platform Twitter perguruan tinggi telah meningkatkan modal relasional universitas. Media sosial seperti Instagram dan Twitter yang digunakan oleh universitas secara sukarela mampu memberikan umpan balik untuk mengembangkan jaringan relasional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa salah satu cara bagi universitas untuk mengembangkan komponen modal relasional adalah dengan mengelola jaringan media sosial mereka secara efektif dan membuat pengungkapan pada platform ini secara konsisten. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa pengungkapan sukarela di saluran YouTube universitas meningkatkan kualitas modal struktural. Ini ditunjukkan oleh respons positif yang diberikan oleh pelanggan di saluran YouTube untuk lebih meningkatkan kualitas kelembagaan universitas.

Dengan demikian dapat disimpulkan adanya kontribusi pada pengembangan literatur untuk memperluas cakupan keterbukaan informasi modal intelektual dan perluasan wawasan tentang manfaat penggunaan media sosial di perguruan tinggi sebagai instrumen untuk meningkatkan kinerja institusi. Dari perspektif manajemen strategis, hal ini berarti adanya peluang untuk menerapkan media sosial sebagai alat komunikasi yang efektif untuk menginformasikan alumni, mahasiswa, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya tentang kinerja sumber daya manusia, struktural, dan relasional universitas. Hal ini juga menjadi motivasi bagi pengelola universitas untuk meningkatkan pengungkapan modal intelektual secara online agar sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh pemangku kepentingan yang lebih luas.

Penulis: Prof. Dr. Bambang Tjahjadi, S.E., M.BA, Ak., CMA., CPM., CA. Link jurnal:  https://www.intangiblecapital.org/index.php/ic/article/view/1505