Gaya kepemimpinan diakui mempengaruhi kinerja karyawan. Kepemimpinan digambarkan sebagai proses mendorong bawahan untuk berubah untuk mencapai tujuan perusahaan. Ketika terlibat dengan bawahan, pemimpin seperti itu lebih suka menggunakan dua jenis komunikasi: tugas dan relasional. Ketika seorang supervisor/manajer memimpin dengan membangun jaringan koneksi kolaboratif dengan pengikut dan mendorong berbagai perspektif, mereka akan memimpin dengan gaya yang diakui dan digambarkan pengikut sebagai otentik. Gaya kepemimpinan autentik akan mencirikan pemimpin yang percaya diri dan termotivasi yang memungkinkan pemimpin dan karyawan bekerja sama, dan kinerja keduanya dapat terjalin secara optimal. Pemimpin otentik dapat memanfaatkan sumber daya psikologis positif mereka untuk berkontribusi dan melengkapi modal psikologis pengikut mereka untuk meningkatkan kinerja mereka. Dengan begitu, karyawan dapat meningkatkan kinerjanya dan pada saat yang sama, mereka akan merasakan kesejahteraan psikologis.
Kualitas hubungan antara karyawan dan pemimpin atau biasa disebut sebagai leader-member exchange penting bagi sebuah perusahaan, dan diketahui juga mempengaruhi kinerja karyawan. Pertukaran pemimpin-anggota memerlukan aspek-aspek yang berkaitan dengan sejauh mana pemimpin dan pengikut mengembangkan hubungan saling percaya, pengarahan diri sendiri, dan hubungan yang saling menguntungkan. Pertukaran pemimpin-anggota dikembangkan berdasarkan kenyataan bahwa pemimpin tidak terikat pada gaya kepemimpinan rata-rata dengan bawahan, tetapi terkait dengan perbedaan antara bawahan dalam membentuk dan mengarahkan hubungan yang akan terjalin. Dapat disimpulkan bahwa agar hubungan pertukaran pemimpin-anggota terjalin dengan baik, seorang pemimpin dan karyawan harus saling memahami bagaimana membangun hubungan yang baik.
Efektivitas dan efisiensi pemimpin dalam menghadapi berbagai permasalahan di perusahaan tentunya juga dipengaruhi oleh kualitas hubungan antara pemimpin dan karyawan. Karena perilaku karyawan terhadap perusahaan memegang peranan penting dalam keberhasilan organisasi. Memperlakukan karyawan dengan baik akan memotivasi mereka untuk merasa rela dan mampu berkorban untuk perusahaan. Selain itu, melalui perlakuan khusus yang positif, karyawan dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perusahaan tempat mereka bekerja. Secara umum, melalui poin-poin yang dikemukakan, dapat dinyatakan bahwa terdapat indikasi bahwa pertukaran pemimpin-anggota dapat memediasi hubungan kepemimpinan yang otentik dan kinerja karyawan di dalam perusahaan.
Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditentukan dalam penelitian ini, maka pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Pendekatan ini dimulai dengan membuat model analitik yang kemudian dilanjutkan dengan membuat hipotesis, mengidentifikasi variabel, mengumpulkan data yang diperlukan, dan melakukan analisis. Untuk melakukan penelitian terhadap variabel kepemimpinan autentik, kinerja pegawai, dan pertukaran anggota pimpinan digunakan skala kesepakatan dengan penentuan 1-5 poin melalui Sangat tidak setuju/puas (STS) = skor 1, Tidak setuju/puas (TS) = skor 2 , Netral/ragu-ragu (N) = skor 3, Setuju/puas (S) = skor 4, dan sangat setuju/puas (SS) = skor 5.
Populasi dalam penelitian ini adalah para manajer menengah sebuah perusahaan transportasi. Mengingat jumlah manajer menengah tidak terlalu banyak, maka sampel yang digunakan adalah 50 manajer menengah yang bersedia mengisi kuesioner. Selain itu, teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM-PLS dengan software SmartPLS 3.0. Metode PLS dinilai tepat dalam penelitian ini karena sangat fleksibel untuk penelitian yang tidak memerlukan sampel yang besar. Penggunaan PLS memerlukan melewati dua evaluasi berupa Outer Model dan Inner Model. Pada outer model dilakukan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan structural/inner model diukur dengan melihat nilai model R-Square yang menunjukkan seberapa besar pengaruh antar variabel dalam model.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan Otentik berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja middle manager dan leader-member exchange, dan leader-member exchange secara parsial memediasi pengaruh Authentic Leadership terhadap kinerja karyawan. Kepemimpinan yang efektif merupakan pilar terpenting dari sebuah organisasi, di mana karyawan dapat termotivasi menuju kinerja tingkat tinggi yang mengarah pada keberhasilan organisasi. Dalam penelitian ini diketahui bahwa untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi yang mengarah pada keberhasilan organisasi, dibutuhkan pengaruh kepemimpinan autentik dengan mediasi leader-member exchange. Juga diakui bahwa LMX dapat mempengaruhi perilaku dengan menjelaskan bakat psikologis positif dan iklim moral yang menguntungkan dalam pengembangan keyakinan moral internal, kesadaran diri, pemrosesan informasi yang seimbang, dan transparansi komunikasi dengan pengikut. Berdasarkan hasil rata-rata pada variabel kinerja pegawai yang terkecil yaitu 3,40 ditinjau dari pendapat pegawai yang bekerja sesuai dengan banyaknya pekerjaan yang diberikan dalam sebulan, disarankan pegawai tersebut perlu menghasilkan atau menciptakan lapangan pekerjaan dengan baik dan benar. arah organisasi. Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan otentik ketika karyawan tersebut bekerja. Dengan begitu, akan memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya dan mempercayai atasannya.
Penulis: Anis Eliyana
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://www.webology.org/abstract.php?id=2324
(Leader-Member Exchange As An Intervening Variable For Authentic Leadership And Performance)





