Artikel ini membahas tentang peran perempuan dalam kepemimpinan bisnis, khususnya dampak kehadiran perempuan di dewan direksi (Women on Boards, WoB) terhadap keterlibatan tanggung jawab lingkungan perusahaan (Corporate Environmental Responsibility Engagement, CERE) dan kinerja keuangan perusahaan (Corporate Financial Performance, CFP) di perusahaan manufaktur Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi apakah CERE memediasi hubungan antara WoB dan CFP.
Tujuan dan Teori Penelitian: Penelitian ini menggunakan teori agensi, teori upper echelon, dan teori keberlanjutan untuk menjelaskan pengaruh kehadiran perempuan di dewan direksi terhadap kinerja keuangan dan tanggung jawab lingkungan perusahaan. Dalam konteks teori agensi, kehadiran perempuan di dewan direksi diharapkan meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik dengan pengawasan yang lebih efektif dan transparansi yang lebih baik. Teori upper echelon menjelaskan bahwa perbedaan karakteristik manajemen puncak, termasuk keberagaman gender, mempengaruhi pengambilan keputusan strategis perusahaan. Teori keberlanjutan, terutama konsep triple bottom line (TBL), mencakup tiga dimensi: sosial, lingkungan, dan ekonomi, yang semuanya berperan dalam memastikan bisnis berkelanjutan.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan situs web masing-masing perusahaan. Data yang digunakan mencakup 645 observasi perusahaan tahun 2015 hingga 2019. Model struktural persamaan (Partial Least Squares Structural Equation Modeling, PLS-SEM) digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
Hasil Penelitian:
- Pengaruh Women on Boards terhadap Corporate Financial Performance:
- Penelitian ini menemukan bahwa kehadiran perempuan di dewan direksi berhubungan positif dengan kinerja keuangan perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kehadiran perempuan dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja keuangan.
- Pengaruh Women on Boards terhadap Corporate Environmental Responsibility Engagement:
- Kehadiran perempuan di dewan direksi juga berhubungan positif dengan keterlibatan perusahaan dalam tanggung jawab lingkungan. Perempuan cenderung lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan, yang membuat perusahaan yang dipimpin oleh perempuan lebih mungkin untuk terlibat dalam praktik keberlanjutan lingkungan.
- Pengaruh Corporate Environmental Responsibility Engagement terhadap Corporate Financial Performance:
- Keterlibatan perusahaan dalam tanggung jawab lingkungan juga terbukti meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Perusahaan yang menerapkan praktik keberlanjutan, seperti penggunaan energi terbarukan dan pengurangan polusi, cenderung mengalami peningkatan reputasi dan pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan.
- Mediasi Corporate Environmental Responsibility Engagement:
- Penelitian ini menemukan bahwa CERE memediasi hubungan antara WoB dan CFP. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran perempuan di dewan direksi dapat meningkatkan keterlibatan perusahaan dalam tanggung jawab lingkungan, yang kemudian berdampak positif pada kinerja keuangan.
Implikasi Penelitian: Penelitian ini memberikan kontribusi penting baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis, penelitian ini memberikan bukti empiris untuk teori agensi, teori upper echelon, dan teori keberlanjutan dalam konteks perusahaan manufaktur di Indonesia. Secara praktis, temuan ini menunjukkan pentingnya keberagaman gender dalam dewan direksi untuk meningkatkan kinerja keuangan dan tanggung jawab lingkungan perusahaan. Bagi para pemangku kepentingan, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan partisipasi perempuan di dewan direksi untuk mencapai kinerja perusahaan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan.
Penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti jumlah sampel yang terbatas hanya pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan sampel dan mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja keuangan, seperti reputasi perusahaan dan strategi hijau (green strategy).
Authors: Bambang Tjahjadi, Adinda Pramesti Hapsari, Noorlailie Soewarno, Annisa Ayu Putri Sutarsa, Atika Fairuzi
Link: https://www.emerald.com/insight/content/doi/10.1108/GM-08-2021-0237/full/html
Baca juga:





