Universitas Airlangga Official Website

Peran Sitokin TGF-β dan VEGF Dalam Pertumbuhan Kanker Payudara

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kanker payudara adalah salah satu penyakit yang sering ditemukan pada wanita. Di balik pertumbuhan dan penyebaran penyakit ini, ada dua molekul penting yang sering tidak dikenal masyarakat yakni: Sitokin TGF-β1 dan VEGF-A. Keduanya bekerja di balik layar, mengatur bagaimana sel kanker bertahan, tumbuh, dan menyebar ke organ lain. Menariknya, kedua molekul ini bukan hanya penting bagi ilmuwan, tetapi juga dapat menjadi kunci untuk mengembangkan terapi kanker yang lebih efektif di masa depan.

Sitokin adalah  protein yang berfungsi sebagai pembawa pesan kimia atau molekul pensinyalan antar sel dalam tubuh. Diproduksi terutama oleh sel darah putih, sitokin berperan penting dalam mengatur respons sistem imun dan peradangan. Secara umum, sitokin memiliki peran ganda yang kompleks terhadap perkembangan sel kanker; mereka dapat menurunkan (menghambat) sekaligus meningkatkan (mendorong) pertumbuhan tumor. Efeknya sangat bergantung pada jenis sitokin, stadium kanker, dan lingkungan mikro di sekitar tumor. Sitokin TGF-β (Transforming Growth Factor-beta) dan VEGF-A (Vascular Endothelial Growth Factor-A). memegang peran penting dalam pertumbuhan kanker payudara.

Sitokin TGF-β: dari Penghambat Menjadi Pendorong Perkembangan Sel Kanker

Pada tahap awal kanker, sitokin TGF-β sebenarnya berfungsi sebagai anti sel kanker yang dapat  menghentikan pembelahan sel yang berlebihan dan bahkan dapat memicu kematian sel kanker dengan mekanisme apoptosis. Dengan kata lain, pada awalnya TGF-β melindungi tubuh dari kanker. Namun, ketika kanker memasuki fase lanjut, perannya berubah drastis. Sel kanker dapat mengubah sifat TGF-β sehingga molekul ini justru membantu tumor berkembang. TGF-β kini memiliki peran untuk:

  • Menekan sistem imun dengan melemahkan sel limfosit T dan sel NK (natural killer), yang seharusnya membunuh sel kanker.
  • Mengubah jaringan sekitar tumor menjadi lingkungan yang ramah bagi pertumbuhan kanker.

Akibatnya, kanker tidak hanya tumbuh, tetapi juga menjadi lebih agresif dan sulit dihentikan .

Sitokin VEGF: Meningkatkan Pembentukan Pembuluh Darah Kanker

Agar bisa tumbuh besar, tumor membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi. Di sinilah VEGF-A berperan. Molekul ini memicu pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis) yang akan “memberi makan” tumor. Dalam kondisi kekurangan oksigen (hipoksia), yang sering terjadi pada tumor yang membesar, sel kanker mengaktifkan protein HIF-1α, yang kemudian meningkatkan produksi VEGF-A. Hal ini mendorong perkembangan pembuluh darah baru yang berperan untuk:

  • Menyuplai oksigen dan nutrisi sel kanker
  • Memudahkan sel kanker masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ lain (metastasis) .

Kolaborasi antara Sitokin TGF-β dan VEGF      

Interaksi antara sitokin TGF-β atau VEGF secara dramatis meningkatkan perkembangan sel kanker. TGF-β secara langsung meningkatkan produksi VEGF-A melalui jalur sinyal seperti Smad, MAPK, dan PI3K/Akt. Ini berarti TGF-β tidak hanya membuat sel kanker lebih agresif, tetapi juga membangun sistem pembuluh darah yang mendukung penyebarannya. Di sisi lain, kondisi hipoksia di dalam tumor membuat TGF-β bekerja sama dengan HIF-1α untuk semakin memperkuat produksi VEGF. Terbentuklah sebuah lingkaran setan:

Tumor membesar → kekurangan oksigen → VEGF meningkat → pembuluh darah baru terbentuk → tumor makin tumbuh dan menyebar.

Lingkaran ini menjelaskan mengapa kanker payudara stadium lanjut sering menjadi sangat invasif dan sulit untuk diobati .

Alasan Mengapa Terapi Kanker Sering Mengalami Kegagalan

Obat anti-VEGF seperti bevacizumab memang bisa menghambat pembuluh darah tumor. Namun, kanker sering beradaptasi dengan memanfaatkan TGF-β untuk menekan sistem imun. Inilah sebabnya terapi tunggal sering gagal dan kanker menjadi resisten .

Dalam artikel yang telah ditulis oleh Willy Sandhika dan kawan-kawan dijelaskan bahwa

masa depan terapi kanker payudara terletak pada pendekatan kombinasi, yaitu:

  • Menghambat TGF-β untuk memberi kesempatan agar sistem imun menjadi aktif kembali
  • Menghambat VEGF untuk memutus suplai darah tumor,
  • Melakukan kombinasikan terapi dengan imunoterapi seperti anti-PD-1/PD-L1.

Pendekatan ini tidak hanya menekan pertumbuhan tumor, tetapi juga membuat kanker dapat terdeteksi oleh sistem imun sehingga menjadi lebih rentan terhadap terapi.

Kesimpulan dan Ringkasan

Sitokin TGF-β dan VEGF-A adalah dua molekul yang dapat bekerja sama untuk meningkatkan perkembangan kanker payudara. TGF-β mengubah sel kanker menjadi lebih ganas dan menekan sistem imun, sementara VEGF membangun jaringan pembuluh darah yang memberi makan dan jalur penyebaran bagi tumor. Memahami hubungan keduanya membuka peluang besar untuk terapi yang lebih cerdas dan lebih efektif di masa depan.

Penulis: Dr. Willy Sandhika, dr., Sp.PA(K)., M.Si.

Artikel ilmiah popular ini daimbil dari artikel jurnal dengan judul:

The role of TGF-β1 and VEGF-A in breast cancer progression

yang telah terbit pada jurnal:

Romanian Journal of Medical Practice – Volume 20, No. 3 (105), 2025 dan terindeks pada  scopus tanggal 2 Februari 2026, dengan penulis Willy Sandhika, Ahmad Hidayat dan Retno Pudji Rahayu.

Link artikel jurnal: https://rjmp.com.ro/articles/2025.3/RJMP_2025_3_Art-14.pdf