Universitas Airlangga Official Website

Peran Stres Oksidatif pada Berbagai Stadium Kanker Payudara

Sumber: Eka Hospital
Sumber: Eka Hospital

Stres oksidatif terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan antara radikal bebas (seperti reactive oxygen species/ROS) dan antioksidan dalam tubuh. Dalam konteks kanker payudara, stres oksidatif berperan pada berbagai tahap perkembangan kanker, termasuk inisiasi, promosi, dan progresi tumor.

Bagaimana Stres Oksidatif Terjadi?

Radikal bebas terbentuk secara alami selama metabolisme seluler atau akibat paparan eksternal seperti radiasi Ultra-Violet, polusi, dan zat karsinogenik.

Ketika produksi radikal bebas berlebihan atau sistem antioksidan tubuh tidak mampu menetralisirnya, terjadilah stres oksidatif.

Akumulasi radikal bebas dapat merusak DNA, protein, dan lipid, memicu kerusakan sel yang berkontribusi pada pembentukan sel kanker.

Peran Stres Oksidatif dalam Kanker Payudara

Stres oksidatif dapat menimbulkan perubahan/ mutasi pada DNA sel sehingga sel normal berubah menjadi sel kanker.

Stres oksidatif akan mendorong proliferasi/ bertambahnya sel kanker yang telah mengalami mutasi genetic.

Stres oksidatif dapat menurunkan apoptosis atau kematian sel kanker sehingga sel kanker dapat bertahan hidup lebih lama.

Stres oksidatif meningkatkan pembentukan pembuluh darah baru untuk mendukung pertumbuhan kanker payudara.

Stres oksidatif dapat meningkatkan produksi enzim Matrix Metalloproteinases yang menghancurkan matriks ekstraseluler sehingga memudahkan sel kanker untuk menyebar ke organ lain (metastasis).

Fira Soraya, Willy Sandhika dan Priangga Adi Wiratama telah melakukan penelitian tentang peran stres oksidatif pada berbagai stadium kanker payudara. Pada penelitian ini dilakukan  pemeriksaan ekspresi protein NRF-2 dan 8-OHdG sebagai petanda stres oksidatif pada berbagai stadium kanker payudara.

Protein NRF-2 (Nuclear Factor Erythroid 2-Related Factor 2) adalah faktor transkripsi utama yang berperan dalam respon seluler terhadap stres oksidatif. NRF-2 mengatur ekspresi gen yang terlibat dalam mekanisme pertahanan antioksidan serta mendetoksifikasi radikal bebas yang terbentuk saat terjadinya stres oksidatif. Peran NRF-2 pada kanker payudara adalah:

Aktivasi NRF-2 dapat meningkatkan proliferasi sel kanker dengan meningkatkan resistensi terhadap stres oksidatif.

NRF-2 dapat menginduksi ekspresi gen yang berperan dalam detoksifikasi obat kemoterapi dan anti-apoptosis, yang berkontribusi terhadap resistensi kanker terhadap pengobatan.

Ekspresi NRF-2 dikaitkan dengan peningkatan angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru) dan kemampuan invasif sel kanker payudara sehingga mendorong terjadinya metastasis.

8-Hydroxy-2′-deoxyguanosine (8-OHdG) adalah biomarker kerusakan DNA oksidatif yang terbentuk ketika deoxyguanosine (dG), salah satu basa nukleotida DNA, mengalami oksidasi oleh Reactive Oxygen Species (ROS) yang dihasilkan akibat adanya stres oksidatif. Dalam kanker payudara, 8-OHdG berfungsi sebagai penanda penting untuk menilai tingkat stres oksidatif dan potensi kerusakan DNA yang berkontribusi terhadap proses karsinogenesis. Peran 8-OHdG pada kanker payudara adalah sebagai berikut:

Tingkat 8-OHdG yang tinggi pada jaringan tumor pasien kanker payudara menunjukkan adanya kerusakan DNA oksidatif yang signifikan.

Peningkatan ekspresi 8-OHdG dikaitkan dengan proliferasi sel kanker, angiogenesis, dan tingkat invasi sel kanker payudara.

Tingginya kadar 8-OHdG berhubungan dengan prognosis buruk dan tingkat kekambuhan yang tinggi pada pasien kanker payudara.

Stres oksidatif yang berlebihan dapat meningkatkan ekspresi gen anti-apoptosis, membuat sel kanker lebih tahan terhadap kemoterapi atau radioterapi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi NRF-2 dan 8-OHdG didapatkan pada berbagai stadium kanker payudara. Tidak ada perbedaan bermakna antara ekspresi NRF-2 dan 8-OHdG pada kanker payudara stadium awal maupun stadium lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa stres oksidatif tetap berperan pada perkembangan kanker payudara baik pada stadium awal maupun stadium lanjut. Pemberian anti-oksidan akan memberikan manfaat untuk mengurangi efek stres oksidatif baik pada kanker payudara stadium awal maupun stadium lanjut.

Artikel Ilmiah Populer ini diambil dari artikel Jurnal dengan judul: 8-OHdG and Nrf2 Protein are Expressed Consistently in Various T Stages of Invasive Breast Carcinoma dengan penulis Fira Soraya, Willy Sandhika, Priangga Adi Wiratama yag telah terbit pada Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, volume 26 nomer 1 tanggal 14 Februari 2025

Penulis: Dr. Willy Sandhika, dr., Sp.PA(K)., M.Si.

Link jurnal: https://journal.waocp.org/?sid=Entrez:PubMed&id=pmid:39874013&key=2025.26.1.301

Baca juga: Peran Reseptor Vitamin D pada Pertumbuhan Kanker Payudara