Universitas Airlangga Official Website

Peran Warga Muda Pasca Pemilu

Suma Firman saat menyampai materi pada Polcast (Policy Podcast) dengan tajuk "Usai Pemilu, Warga Muda Mau Apa?." (Sumber: Istimewa)
Suma Firman saat menyampai materi pada Polcast (Policy Podcast) dengan tajuk "Usai Pemilu, Warga Muda Mau Apa?." (Sumber: Istimewa)

UNAIR NEWSPesta demokrasi telah sukses diselenggarakan seluruh Indonesia. Pemilihan umum (Pemilu) kali ini terasa berbeda karena antusiasme warga muda menunjukkan peningkatan dari penyelenggaraan pemilu tahun sebelumnya. Hal tersebut merupakan hal positif yang harus dipertahankan. 

Suma Firman Romadhoni mengatakan, meningkatnya anak muda untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi merupakan hal yang penting bagi suatu bangsa. Anak muda ini yang akan menjadi generasi penerus bangsa serta penentu masa depan bangsa. 

“Peran warga muda ini tak hanya saat pemilu berlangsung, warga muda harus terlibat sejak awal hingga akhir pemilu. Masa-masa kampanye merupakan masa yang harus dikawal sejak awal oleh para warga muda,” imbuhnya. 

Suma menyebut, bahwa para pasangan calon (paslon) presiden dan calon presiden telah mengadaptasi dari anak muda. Baik dari cara berkampanye, menyampaikan visi dan misi serta cara berpakaian. Ia menilai, dengan cara tersebut merupakan langkah efektif untuk menarik atensi dari anak muda.

“Seperti yang kita lihat, baik paslon 01,02 dan 03 memiliki keunikan sendiri untuk menggaet hati para anak muda. Tak dipungkiri bahwa, tahun ini pesta demokrasi dimeriahkan oleh anak muda, ” tutur Suma. 

Mahasiswa FISIP itu mengatakan warga muda harus berperan sejak awal masa kampanye hingga masa pemilu usai. Pada awal masa kampanye, warga muda harus benar-benar selektif dalam memilih pemimpin masa depan. Selektif dalam visi dan misi dari sang pemimpin. 

Tak hanya itu, saat pemilu berlangsung warga muda juga berperan dalam mengawal hasil suara yang diperoleh tiap TPS (Tempat Pemungutan Suara). Nantinya, warga muda dapat mengecek pada website Kawal Pemilu untuk mengawal hasil suara. 

“Para warga muda sekarang juga dapat menjadi pengawal dari hasil suara pemilu. Dengan website Kawal Pemilu, warga muda dapat aktif memantau dan memastikan tidak ada kecurangan saat perhitungan suara pemilu serta salah satu bentuk transparansi pada warga,” imbuhnya. 

Duta GenRe itu menerangkan bahwa warga muda harus tetap mengawal para paslon yang terpilih. Mengawal kesesuaian visi dan misi yang disampaikan saat kampanye. Hal tersebut diharapkan para paslon yang terpilih akan menjalankan visi dan misinya dengan baik selama periode penjabatan. 

“Tak semudah membalikkan tangan untuk memberikan edukasi anak muda untuk terlibat. Kesadaran pemuda dalam pemilu ini penting adanya untuk memastikan hak anak muda didapatkan dengan baik,” tegasnya. 

Penulis: Satrio Dwi Naryo

Editor: Khefti Al Mawalia