Universitas Airlangga Official Website

Perangkat Lunak Generator Web untuk Spesifikasi Kasus Penggunaan ke BPMN (USESPEC ke BPMN)

IL by Agility CMS

Proses bisnis semakin mengutamakan perangkat lunak untuk mendukung aktivitas mereka, dan pemodelan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang proses bisnis di perusahaan. Hasil pemodelan proses bisnis adalah serangkaian model aktivitas dan kendala eksekusi. Salah satu cara untuk memodelkan persyaratan suatu proses adalah penggunaan Use Case, yang menggambarkan interaksi aktor dengan sistem yang diinginkan. Namun, tidak semua pelaku bisnis dapat memahami artefak sistem informasi seperti use case yang ditujukan untuk para pelaku IT, begitu pula sebaliknya. Memilih jenis model yang tepat memerlukan pertimbangan karena tidak semua bahasa pemodelan sesuai dengan semua aspek proses dan target audiens.

Studi ini mengambil fenomena terkait pemahaman bisnis dan IT, yang menjadi perhatian krusial dalam keselarasan IT-bisnis. Para pelaku bisnis yang merupakan kelompok non-IT membutuhkan visualisasi yang lebih mudah dalam menganalisis suatu proses dari berbagai artefak perangkat lunak, yang penting untuk mencapai komunikasi dan koordinasi yang lebih terarah dengan semua pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan pemodelan perilaku, yaitu pendekatan sistem dan pendekatan proses, untuk membuat model proses bisnis grafis dalam notasi BPMN dari spesifikasi use case. BPMN adalah alternatif untuk memodelkan proses bisnis organisasi dan mengkomunikasikan konfigurasi proses secara efektif kepada pemangku kepentingan terkait. Paradigma proses umumnya digunakan dalam pemodelan proses bisnis, diagram alur, dan prosedur tugas.

Penelitian ini berkontribusi untuk membuat program web konversi artefak bagi pelaku bisnis non-TI untuk mencapai pemahaman yang sama. Penelitian ini dilakukan berdasarkan kajian pustaka dari penelitian sebelumnya, namun belum ada penelitian yang secara langsung menjelaskan bagaimana sistem menghasilkan spesifikasi use case ke BPMN. Studi ini berharap bahwa proyek ini akan memiliki implikasi sebagai berikut: menghasilkan representasi visual yang lebih lugas dari langkah-langkah proses bisnis, menghubungkan proses dari pemahaman teknis (use case) ke pemahaman bisnis (BPMN), dan komunikasi dan kolaborasi yang lebih mudah diakses dengan semua pihak. pihak (IT-Business Alignment).

Hasil penilaian BPMN yang dihasilkan oleh sistem sesuai dengan yang diharapkan, dengan rata-rata presisi sebesar 95,19%, nilai recall sebesar 98,3%, dan F-Measure sebesar 96,68%. Namun, dataset 8, 9, dan 10 memberikan nilai ‘false positive’ karena kurangnya sistem dalam menerjemahkan skenario luar biasa. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan antara input (spesifikasi use case) dan output (BPMN). Sistem akan menghasilkan dua kejadian akhir dalam satu proses BPMN tanpa tambahan dua skenario elemen gerbang, yang tidak sesuai karena setiap jalur dalam setiap proses harus mengarah ke kejadian akhir. Menerapkan teknik seperti NLP atau DSL pada persyaratan perangkat lunak tidak dapat sepenuhnya menerapkan otomatisasi untuk menghilangkan ambiguitas.

Studi ini menemukan bahwa citra BPMN berantakan dan tidak dapat digunakan dalam proses bisnis. Sistem tidak secara otomatis membuat kasus penggunaan spesifikasi dari file mentah, sehingga pengguna perlu menulis ID skenario, ID pra-skenario, dan ID pasca-skenario. Selain itu, pengguna perlu memahami arti ID skenario dan tipe tugas dalam memasukkan spesifikasi use case. Terakhir, sistem memiliki keterbatasan dalam membuat jalur kembali ke aktivitas sebelumnya, yang sejalan dengan spesifikasi use case. Hasil evaluasi 96,68% memuaskan untuk penggunaan Sketch Miner di BPMN, menunjukkan bahwa kombinasi input tekstual dan output model visual telah berhasil membantu pemahaman mereka tentang pemodelan proses.

Studi ini juga mengevaluasi responden yang memiliki pemahaman yang baik tentang penggunaan DSL dan menghasilkan akurasi model di atas 95%. Hasil ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan sistem konversi tekstual ke visual yang lebih kompleks dan lengkap di masa mendatang.

Penulis: Indra Kharisma Raharjana, S.Kom., M.T.

Link Jurnal: https://aip.scitation.org/doi/10.1063/5.0103694