Universitas Airlangga Official Website

Perbandingan Antara Tindakan Microneedling dan Laser Fraksional CO2 Menggunakan Campuran Topikal Produk Metabolit Amniotic Membrane Stem Cell

Penuaan merupakan proses penurunan progresif dalam fungsi maksimal dan kapasitas cadangan semua organ dalam tubuh, termasuk kulit. Penuaan kulit adalah proses biologis kompleks yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor intrinsik dan ekstrinsik. Penurunan fungsi kulit yang terjadi secara alami ini sering diperparah dan dipercepat oleh keadaan lingkungan, seperti radiasi ultraviolet (UV) dan inframerah (IR) serta karsinogen lingkungan yang ada di udara tercemar dari pusat perkotaan. Indonesia adalah negara yang terletak di daerah tropis dengan pajanan sinar matahari sepanjang musim, sehingga berkaitan dengan suhu yang

panas dan sinar UV yang dapat membuat perubahan penuaan pada kulit.

Photoaging merupakan penuaan kulit akibat paparan sinar matahari sehingga berkorelasi dengan radiasi ultraviolet (UVR). Selain kerusakan DNA secara langsung dan tidak langsung, UVR menyebabkan kerusakan kolagen sehingga menyebabkan pori-pori membesar, kerutan terlihat, serta warna dan pigmentasi kulit tidak merata. Penampilan kulit yang menua terutamapada wanita dapat menyebabkan gangguan mood serta penurunan rasa percaya diri sehingga akan ikut memengaruhi kualitas hidup seorang individu, terutama dalam fungsinya sebagai makhluk sosial.

Berbagai macam treatment telah tersedia untuk penanganan penuaan kulit, mulai dari terapi konservatif yang tidak invasif seperti penggunaan bahan photoprotector sebagai pencegahan photoaging, obat topikal yang mengandung retinoid seperti tretinoin sebagai gold standart dan antioksidan seperti vitamin C, hingga terapi yang bersifat tindakan intervensi bersifat minimal invasif seperti peeling kimiawi, mikrodermabrasi, mikroneedling, injeksi botox, injeksi filler,hingga terapi laser.

Kami melakukan penelitian membandingkan treatment microneedling dan laser fraksional CO2 dengan campuran topikal produk metabolit amniotic membrane stem cell (PMAMSC) dengan vitamin C untuk melihat keefektifan treatment dan dapat menjadi salah satu opsi treatment terbaru, yaitu dengan menggunakan teknik assisted  drug delivery, sehingga metabolit lebih mudah penetrasi dan mencapai target sel kulit. Campuran produk PMAMSC dan vitamin C diharapkan dapat memberikan efek sinergis, mengingat PMAMSC memiliki faktor pertumbuhan yang dapat memberikan efek positif terhadap kolagen sehingga dapat memperbaiki poripori dan kerutan, serta dapat menghambat tirosinase yang akan memberikan perbaikan pada bintik hitam dan skin tone. Vitamin C juga memberikan efek positif pada kolagen, hambatan terhadap tirosinase, dan efek antioksidan sehingga dapat memperbaiki pori-pori, kerutan, bintik hitam, dan skin tone. Hasil studi akan menilai penurunan angka kerutan, pori-pori, bintik terpolarisasi, skin tone dan bintik UV secara objektif menggunakan alat skin analyzer.

Penelitian ini terdiri dari 60 subjek wanita yang mengalami photoaging dan termasuk dalam kriteria inklusi serta sudah menandatangani informed consent penelitian serta tindakan yang dilakukan sebanyak tiga kali dengan interval satu bulan sekali. Dari hasil penelitian didapatkan kelompok microneedling (kontrol) menunjukkan hasil yang signifikan terhadap kerutan sebesar 0.046*, bintik UV 0.009*, bintik terpolarisasi 0.036*, dan pori-pori 0.029*pada pengamatan kedua jika dibandingkan dengan pengamatan pertama.  Kelompok laser CO2 fraksional (perlakuan) juga menunjukkan perbaikan signifikan pada kerutan 0.000*, bintik terpolarisasi 0.000*, dan pori-pori 0.007*. Kami menemukan perbaikan signifikan pada kerutan sebesar 0.001* selama observasi kedua pada minggu keempat setelah perawatan. Selain itu, kami juga menemukan peningkatan signifikan pada bintik terpolarisasi 0.027* selama pengamatan ketiga .Dalam perbandingan antara kelompok kontrol dan treatment didapatkan hasil bahwa kerutan ([-1.55, -0.23] p=0.00*), skintone ([-0.98, -0.38] p=0.00*), dan pori-pori ([-0.95, -0.23, p=0.02*) pada kelompok perlakuan tampak membaik secara signifikan pada pengamatan kedua dan ketiga. Perbedaan yang signifikan pada pengamatan titik UV terdapat pada pengamatan kedua ([-1.58, -1.41] p=0.04*).

Kesimpulannya, laser CO2 fraksional sebagai LADD memberikan hasil yang lebih baik dalam pemberian obat transdermal dibandingkan dengan pemberian yang difasilitasi mikroneedle. Selain itu, kombinasi PMAMSC dan vitamin C memiliki peran yang menjanjikan dalam pengobatan photoaging. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian di masa depan.

Penulis: dr.Diah Mira Indramaya,Sp.KK(K)

Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://www.e-ijd.org/text.asp?2023/68/4/430/384869

The comparison between microneedling and fractional CO 2 laser for amniotic membrane stem cell-conditioned medium and vitamin C in photoaging treatment  

Diah Mira Indramaya, M. Yulianto Listiawan, Irmadita Citrashanty, Maylita Sari, Menul Umborowati, Vidyani Adiningtyas, Dyah Ayu Pitasari, Agatha Ayu, Fedik Rantam, Cita Rosita Prakoeswa