Nyeri pascaoperasi adalah masalah umum yang sering dialami pasien setelah prosedur pembedahan, yang dapat menghambat pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang. Penanganan nyeri pascaoperasi biasanya melibatkan terapi multimodal, seperti penggunaan paracetamol yang dipadukan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen. Namun, penggunaan NSAID dalam jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan efek samping serius, termasuk gangguan gastrointestinal, ginjal, dan kardiovaskular. Oleh karena itu, penelitian tentang alternatif yang lebih aman, seperti ekstrak kakao yang kaya akan polifenol dan flavonoid, yang memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi dan analgesik, menjadi sangat relevan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek adjuvan ekstrak kakao dan ibuprofen yang dikombinasikan dengan paracetamol terhadap nyeri pascaoperasi dan inflamasi pada model fraktur femur tikus.
Penelitian ini menggunakan desain eksperimen acak dengan kelompok kontrol post-test-only. Sebanyak 18 tikus Wistar jantan yang sehat, dengan berat 150-300g dan usia 16-24 minggu, dibagi menjadi tiga kelompok (masing-masing 6 ekor): kelompok kontrol (placebo), kelompok ekstrak kakao + paracetamol, dan kelompok ibuprofen + paracetamol. Setelah dilakukan fraktur femur pada kaki kanan tikus dengan teknik pembedahan standar, pengobatan dilakukan sesuai dengan kelompok perlakuan yang telah ditentukan.
Pengukuran nyeri dilakukan 24 jam setelah operasi menggunakan uji filamen von Frey untuk menilai ambang nyeri mekanik. Kadar IL-1β dalam plasma tikus diukur menggunakan ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar IL-1β pada kelompok kontrol (placebo) mencapai 7,41 ± 0,65 ng/mL, yang menunjukkan respons inflamasi tinggi tanpa pengobatan. Kelompok yang menerima kombinasi paracetamol dan ekstrak kakao (1 mg/gBB) menunjukkan penurunan signifikan pada kadar IL-1β menjadi 2,50 ± 0,89 ng/mL, lebih rendah dibandingkan dengan kelompok ibuprofen (4,32 ± 0,52 ng/mL). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak kakao memiliki efek antiinflamasi yang lebih kuat dibandingkan ibuprofen. Selain itu, pada uji von Frey, kelompok ekstrak kakao + paracetamol menunjukkan peningkatan ambang nyeri menjadi 19,38 ± 4,15 gf, sementara kelompok ibuprofen + paracetamol menunjukkan peningkatan lebih tinggi lagi menjadi 26,19 ± 8,01 gf. Kedua kombinasi ini menunjukkan efek analgesik yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol, dengan perbedaan antara keduanya tidak signifikan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak kakao dengan paracetamol memberikan efek antiinflamasi yang lebih kuat dibandingkan dengan ibuprofen. Hal ini terbukti dari penurunan kadar IL-1β yang lebih besar pada kelompok ekstrak kakao dibandingkan ibuprofen. Meskipun efek analgesik pada kedua kombinasi tidak berbeda secara signifikan dalam uji von Frey, ekstrak kakao memberikan keunggulan dalam mengurangi inflamasi, yang menjadi keunggulannya dibandingkan ibuprofen yang umumnya berisiko menyebabkan gangguan gastrointestinal, ginjal, dan kardiovaskular jika digunakan jangka panjang. Ini menunjukkan bahwa ekstrak kakao dapat menjadi alternatif yang lebih aman sebagai adjuvan dalam pengelolaan nyeri pascaoperasi, terutama pada pasien yang membutuhkan pengurangan penggunaan NSAID.
Kombinasi ekstrak kakao dengan paracetamol terbukti memiliki efek antiinflamasi yang lebih kuat dan memberikan analgesia yang setara dengan kombinasi ibuprofen + paracetamol dalam model fraktur femur tikus. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak kakao berpotensi menjadi adjuvan yang aman dan efektif dalam pengelolaan nyeri pascaoperasi, dengan manfaat tambahan berupa pengurangan risiko efek samping yang terkait dengan penggunaan NSAID. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dosis optimal, durasi efek jangka panjang, serta uji klinis pada manusia untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan ekstrak kakao sebagai adjuvan analgesik.
Penulis: Herdiani Sulistyo Putri, dr., Sp.An-TI., FIP
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://verjournal.com/index.php/ver/article/view/132
Simon A, Sulistyo Putri H, Airlangga S, Soemartono Waloejo C, Yudaniayanti IS, Lestari P. Cocoa vs Ibuprofen as Paracetamol Adjuncts for Postoperative Pain and Inflammation in Femoral Fracture Rats. Vascular and Endovascular Review [Internet]. 2025;8(2):1–6.





