Penggunaan bahan biomaterial dalam kedokteran gigi terus berkembang, khususnya dalam mendukung regenerasi tulang setelah pencabutan gigi. Salah satu inovasi terkini adalah penggunaan nano-hydroxyapatite, yang menunjukkan potensi besar dalam mempercepat penyembuhan luka tulang dan meningkatkan kesehatan periodontal. Hydroxyapatite (HAp) merupakan biomaterial berbasis kalsium fosfat yang menyerupai komponen tulang alami manusia. Dengan rasio kalsium dan fosfor 1,67, HAp sangat stabil, biokompatibel, dan bioaktif. Namun, material ini memiliki keterbatasan, seperti kerapuhan dan kesulitan dalam bentuknya yang konvensional.
Inovasi nano-hydroxyapatite, dengan ukuran partikel lebih kecil, menawarkan solusi untuk mengatasi kekurangan ini. Nano hydroxyapatite tidak hanya menyerupai bentuk alami tulang lebih baik, tetapi juga memiliki kemampuan penyerap yang lebih cepat, permukaan molekul lebih padat, dan bioaktivitas yang lebih unggul dibandingkan dengan mikro hydroxyapatite.
Hal inilah yang mendasari tim peneliti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga untuk melakukan penelitian ini. Khususnya bertujuan untuk mengulas perbandingan antara nano-hydroxyapatite dan micro-hydroxyapatite dalam menstimulasi ekspresi protein penting untuk pembentukan tulang, yaitu OPG (osteoprotegerin) dan RANKL (receptor activator of nuclear factor κB ligand)
Faktanya nano-hydroxyapatite mempercepat penyerapan kalsium oleh sel-sel tulang, meningkatkan aktivitas osteoblas (sel pembentuk tulang), dan meminimalkan resorpsi berlebihan oleh osteoklas. Keunggulan nano-hydroxyapatite sendiri terletak pada permukaan yang lebih kasar, memungkinkan adhesi sel lebih baik, serta ukuran partikel kecil yang mempermudah penetrasi dan interaksi molekuler.
Sedangkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nano-hydroxyapatite dapat menjadi solusi ideal untuk terapi bone graft, khususnya dalam kedokteran gigi dan ortopedi. Dengan keunggulannya, bahan ini dapat menggantikan biomaterial tradisional untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan terapi regeneratif.
Diharapkan pada penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme molekuler secara lebih mendalam dan menguji keamanannya pada manusia. Potensi nano-hydroxyapatite juga membuka peluang pengembangan produk biomaterial lainnya, yang dapat digunakan secara luas di berbagai bidang medis. Serta diharapkan juga dengan teknologi ini, regenerasi tulang pasca-cabut gigi kini dapat dilakukan dengan lebih cepat, aman, dan efektif,
Penulis: Prof. Dr. Ernie Maduratna Setiawatie, drg., M.Kes., Sp.Perio.





