Universitas Airlangga Official Website

Perdarahan Intrakranial sebagai Komplikasi Langka dari Kolestasis

Ilustrasi Salah satu subtipe stroke yang paling mematikan, perdarahan intrakranial (ICH). (Sumber: EMC Healthcare)
Ilustrasi Salah satu subtipe stroke yang paling mematikan, perdarahan intrakranial (ICH) (Foto: EMC Healthcare)

Kolestasis adalah kondisi adanya stagnasi atau penurunan yang signifikan dalam sekresi dan aliran empedu. Kondisi ini dapat timbul akibat gangguan fungsional pada hepatosit yang bertanggung jawab atas sekresi empedu dan/atau obstruksi pada titik mana pun sepanjang saluran ekskresi empedu. Kolestasis diklasifikasikan menjadi kolestasis intrahepatik atau ekstrahepatik berdasarkan derajat obstruksi aliran empedu.

Bayi dengan penyakit hati kolestatik memiliki risiko tinggi mengalami kekurangan vitamin K sekunder akibat masalah penyerapan lemak. Akibatnya, bayi yang mengalami kolestasis berisiko tinggi mengalami gangguan pembekuan darah, yang dapat manifestasi sebagai komplikasi perdarahan berat. Kolestasis meningkatkan risiko defisiensi vitamin K pada bayi dan gangguan koagulasi yang menyertainya, yang dapat menyebabkan komplikasi perdarahan serius seperti perdarahan intrakranial (ICH).

Laporan kasus ini menggambarkan seorang bayi berusia tiga bulan dengan kolestasis yang disertai ICH, dengan manifestasi klinis. Di antaranya ikterus, tinja pucat, kejang, dan perdarahan gastrointestinal. Meskipun telah mendapatkan suplemen vitamin K, defisiensi vitamin K tetap umum terjadi pada bayi dengan kolestasis akibat malabsorpsi lemak dan disfungsi hati yang mengganggu sintesis faktor pembekuan darah yang bergantung pada vitamin K.

Pemeriksaan pencitraan mengonfirmasi perdarahan intrakranial multifokal, dan pengobatan dengan vitamin K, transfusi fresh frozen plasma, dan perawatan suportif lainnya memberikan perbaikan klinis. Laporan kasus ini menekankan pentingnya pengenalan dini kolestasis dan koagulopati pada bayi, pemantauan rutin status koagulasi, dan suplementasi vitamin K yang tepat waktu untuk mencegah kejadian perdarahan yang mengancam nyawa dan komplikasi neurologis yang terkait.

Penulis: Dr Bagus Setyoboedi, dr.,Sp.A(K

Informasi lengkap artikel: Wahid N, Prihaningtyas RA, Setyoboedi B, Arief S. Intracranial hemorrhage as a rare complication of cholestasis: a case report. Ro J Neurol. 2025;24(2):217-223. doi:10.37897/RJN.2025.2.7