Universitas Airlangga Official Website

Performa Diagnostik Dermoskopi Pada Tumor Kulit

Tumor kulit adalah pertumbuhan berlebihan dari sebagian atau seluruh komponen kulit. Tumor kulit dapat dibagi menjadi tumor ganas atau jinak berdasarkan sifat pertumbuhannya. Misdiagnosis tumor kulit berakibat pada tatalaksana yang tidak tepat dan peningkatan morbiditas dan mortalitas seperti hilangnya kesempatan terapi kuratif pada tumor ganas atau pembedahan yang tidak diperlukan pada tumor jinak. Oleh karena itu, alat diagnostik dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi sangat diperlukan. Hingga saat ini, pemeriksaan histopatologi masih merupakan alat diagnostik baku emas. Pemeriksaan ini mengevaluasi tumor kulit hingga seluruh kedalamannya secara vertikal dan di tingkat seluler. Namun, pemeriksaan ini invasif, memerlukan waktu dan hanya memeriksa kurang dari 1% volume tumor. Dermoskopi adalah alat diagnostik yang mulai sering digunakan pada tumor kulit. Dermoskopi mengevaluasi struktur dan warna dari seluruh permukaan lesi kulit secara noninvasif dan cepat. Namun, dermoskopi tidak dapat memeriksa kedalaman di bawah papilla dermis, gambaran seluler, riwayat klinis, konsistensi serta elevasi dari tumor kulit. Telah dilakukan penelitian retrospektif untuk menilai performa diagnostik dari dermoskopi dan pemeriksaan klinis dibandingkan dengan pemeriksaan histopatologi dalam menentukan diagnosis dan sifat dari tumor kulit. Terdapat 27 subjek penelitian dengan 10 subjek tumor kulit ganas dan 17 subjek tumor kulit jinak. Diagnosis klinis dan histopatologi tumor kulit menunjukkan kesesuaian sedang dengan Kappa Cohen (k)=0,447. Diagnosis dermoskopi dan histopatologis tumor kulit menunjukkan kesesuaian cukup dengan k=0,346. Pemeriksaan klinis menunjukkan sensitivitas 70,0%, spesifisitas 70,6% dan kesesuaian cukup k=0,390, sedangkan dermoskopi menunjukkan sensitivitas 100,0%, spesifisitas 82,4% dan kesesuaian substansial k=0,776 dibandingkan dengan pemeriksaan histopatologi dalam menentukan adanya sifat ganas pada tumor kulit. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dermoskopi adalah alat diagnostik yang bermanfaat dalam menunjang pemeriksaan klinis, tetapi tidak dapat menggantikan sepenuhnya pemeriksaan klinis dan histopatologi dalam menentukan sifat dan diagnosis dari tumor kulit. Penulis : Prof. Dr.Cita Rosita Sigit Prakoeswa,dr.,Sp.KK(K) 

Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
https://www.jpad.com.pk/index.php/jpad/article/view/2075

Diagnostic performance of dermoscopy in cutaneous tumors: A retrospective analysis

Lunardi  Bintanjoyo,  Bagus Haryo Kusumaputra,  Irmadita  Citrashanty,  Afif Nurul Hidayati,  Dwi Murtiastutik,  Muhammad Yulianto Listiawan, Maylita Sari, Cita Rosita Sigit Prakoeswa