Universitas Airlangga Official Website

Perilaku Food Waste Rumah Tangga di Asia Tenggara

Foto by ANTARA

Isu food waste saat ini semakin mendapat perhatian baik di tingkat global, regional, maupun nasional. Menurut FAO food waste adalah pangan yang dibuang pada rantai pasokan pangan (baik berupa pangan olahan, semi olahan, maupun mentah) yang ditujukan untuk konsumsi karena pilihan atau dibiarkan atau dibuang karena rusak atau sudah kadaluarsa sebagai akibat dari kelalaian manusia, terutama (meskipun tidak eksklusif) pada tingkat pengecer dan rumah tangga. Pada tahun 2019, United Nations Environment Programme (UNEP) memperkirakan sebanyak 17% pangan yang diproduksi secara global dibuang atau tidak dikonsumsi. Rata-rata food waste secara global mencapai 121 Kg/kap/tahun dan 61%nya (74 kg/kapita/tahun) dihasilkan oleh rumah tangga. Asia Tenggara yang merepresentasikan 8,5% penduduk dunia dan memiliki jumlah penduduk 664 juta penduduk pada tahun 2020. Hal ini tentunya mengakibatkan banyaknya food waste yag dihasilkan oleh penduduk yang tinggal di Asia Tenggara.

Hasil sistematik review yang dilakukan oleh Rian Diana dkk pada tahun 2022 pada dua database Web of Science dan ScienceDirect menunjukkan bahwa terdapat 12 studi yang menganalisis determinan food waste di tingkat rumah tangga di Asia Tenggara. Perilaku food waste di tingkat rumah tangga dipengaruhi oleh perilaku konsumen, kualitas dan keamanan pangan, faktor psikologis. Perilaku konsumen yang berhubungan dengan food waste rumah tangga meliputi perencaaan, pembelian, penyimpanan, dan perilaku makan. Sementara itu kualitas dan keamanan pangan meliputi tanggal kadaluarsa, penurunan kualitas, dan sensori pangan (rasa, busuk, bau, tidak menarik). Faktor psikologis terkait perilaku food waste meliputi pengetahuan, kesadaran, perilaku, persepsi, norma, dan perasaan bertanggung jawab atau bersalah.

Studi yang dilakukan tersebut juga menunjukkan beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan dan menurunkan food waste di tingkat rumah tangga. Sering berbelanja, sering menggunakan sosial media, pembelian yang tidak terencana, pembelian makanan online, dan sering menyisakan makanan menjadi faktor yang mendorong peningkatan food waste. Sebaliknya, norma, sikap yang positif, melakukan inventorisasi pangan yang tersedia di rumah sebelum berbelanja, melakukan penyimpangan dengan tepat, dan mengonsumsi sisa makanan menjadi faktor yang dapat menurunakn food waste di rumah tangga.

Hasil review tersebut memperlihatkan bahwa strategi perilaku konsumen untuk menurunkan food waste perlu dilakukan secara menyeluruh dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Edukator perlu memberikan informasi praktis, mudah dipahami, dan mudah dilakukan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya.

Penulis: Rian Diana, M.Si

Tulisan lengkap dapat dilihat: https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/19320248.2023.2174060  Rian Diana, Drajat Martianto, Yayuk Farida Baliwati, Dadang Sukandar & Agung Hendriadi (2023): Determinants of Household Food Waste in Southeast Asia: A Systematic Review, Journal of Hunger & Environmental Nutrition. https://doi.org/10.1080/19320248.2023.2174060