Pesatnya perubahan lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengakibatkan munculnya berbagai tantangan pada birokrasi di Indonesia. Birokrasi Indonesia dituntut lebih profesional dalam menjalankan tanggung jawabnya dan menumbuhkan etos pelayanan terhadap masyarakat. Bercermin dari kenyataan tersebut. Sektor kelautan dan perikanan Indonesia harus mandiri, maju, kuat, dan berlandaskan kepentingan nasional untuk mewujudkan tujuan jangka panjangnya. Kinerja birokrasi Kementerian Kelautan dan Perikanan diharapkan lebih efektif dan efisien melalui pendekatan sistematis dan mencapai tata kelola yang baik untuk mewujudkan aparatur negara yang bersih, profesional, bertanggung jawab, dan inovatif. Salah satu cara untuk mewujudkan misi tersebut adalah dengan menumbuhkan perilaku kerja inovatif di kalangan manajer menengah.
Manajer menengah ini dapat mencapai efisiensi operasional melalui kapasitas mereka untuk memunculkan ide dan menerapkannya dengan efektif. Kalangan akademisi dan profesional percaya bahwa perilaku kerja inovatif dapat berkontribusi terhadap keberhasilan organisasi. Mereka juga sepakat bahwa perilaku kerja inovatif mempunyai pengaruh besar terhadap kelangsungan hidup dan efektivitas organisasi. Ini pada akhirnya juga mengarah pada perkembangan organisasi secara berkelanjutan. Manajer menengah harus berpikir kreatif dan menerapkan ide-ide inovatif untuk merespons perubahan di lingkungan kerja dengan tepat. Dalam situasi ini, manajer menengah dapat meningkatkan kinerja organisasi dengan menghasilkan ide-ide kreatif dan menggunakannya sebagai landasan untuk meningkatkan layanan dan proses kerja sebagai kunci keberhasilan organisasi.
Perilaku kerja inovatif
Penelitian ini mengkaji perilaku kerja inovatif dengan dukungan kepemimpinan transformasional dan motivasi melakukan pekerjaan secara mandiri. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kerja inovatif menjadi isu penting karena topik ini jarang ditemukan dalam literatur lembaga layanan publik. Salah satunya Kementerian Kelautan dan Perikanan di Indonesia. Penelitian ini mengisi kesenjangan peran kepemimpinan dan pengembangan diri dengan memperhatikan motivasi individu dalam bekerja untuk melakukan inovasi dalam rangka mencapai keberhasilan organisasi. Selain itu, menurut penelitian sebelumnya. Kesesuaian antara individu dengan organisasi dan penggunaan media sosial dapat menjadi faktor pendukung yang efektif untuk mengarah pada penerapan perilaku kerja inovatif. Terdapat kesamaan dengan penelitian-penelitian sebelumnya, namun masih kurangnya perhatian terhadap orientasi pada Kementerian Kelautan dan Perikanan di Indonesia.
Kajian ini akan fokus pada manajer menengah karena merekalah yang memimpin pelaksanaan kerja, mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin, memfasilitasi perubahan, dan menjamin kelancaran operasional. Manajer menengah juga memiliki lebih banyak kesempatan untuk menerapkan ide-ide inovatif setiap hari. Selanjutnya, keterlibatan manajer menengah diperlukan untuk membangkitkan kreativitas dalam menciptakan kualitas kerja yang baik dan sesuai untuk inovasi dan efektivitas organisasi. Berdasarkan pemikiran dan fakta empiris yang telah diuraikan sebelumnya. Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan perilaku kerja inovatif manajer menengah pada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Dalam berbagai inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat/publik di Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan tentunya sangat bergantung pada perilaku inovatif para manajer menengahnya. Hasil penelitian ini dapat mewujudkan perilaku kerja inovatif secara tepat melalui variabel-variabel yang digunakan dan memberikan pengaruh yang tepat untuk menghasilkan kreativitas dalam menciptakan kualitas kerja yang baik sesuai dengan inovasi dan efektivitas organisasi..
Nama : Anis Eliyana
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :





