Universitas Airlangga Official Website

Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan Terkait COVID-19

ilustrasi

Perilaku pencarian informasi kesehatan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang bersumber dari suatu kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur mengenai perilaku pencarian informasi kesehatan terkait COVID-19. Tinjauan literatur dilakukan dari database digital Pubmed, Google Scholar, dan Google Scholar Indonesia yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia antara tahun 2018 dan 2023.

Penulis menggunakan istilah pencarian di Pubmed dan Google Scholar “kesehatan” DAN “informasi” DAN “pencarian” DAN “perilaku” DAN “generasi Z” DAN “COVID-19” DAN “vaksinasi”; sedangkan di Google Scholar Indonesia, penulis menggunakan istilah pencarian “perilaku” DAN “pencarian” DAN “informasi” DAN “kesehatan” DAN “generasi Z” DAN “vaksinasi” DAN “COVID-19”.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tiga belas penelitian yang termasuk dalam tinjauan literatur diterbitkan antara tahun 2021 dan 2023 dimana 69% menggunakan studi kuantitatif, 23% menggunakan studi kualitatif, dan 8% menggunakan metode campuran. Semua desain penelitian yang digunakan adalah penelitian cross-sectional. Sebagian besar penelitian (53%) dilakukan di Asia, 31% di Eropa, 8% di Amerika, dan 8% di Afrika. Sebagian besar penelitian (77%) menggunakan instrumen tes untuk mengukur dan hanya 23% yang melakukan wawancara naratif.

Ilustrasi virus Covid-19. (Sumber: Kompaspedia)

Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa sumber informasi yang paling sering digunakan adalah media sosial, televisi, informasi dari mulut ke mulut dari teman, keluarga, masyarakat, radio, aplikasi kesehatan atau situs web resmi, dokter, atau pakar kesehatan. Jenis informasi yang paling banyak dicari adalah mengenai vaksinasi COVID-19, virus COVID-19, panduan perawatan diri selama periode COVID-19, pencegahan dan penanganan penyakit, dan aksesibilitas vaksin.

Kajian literatur ini menemukan bahwa pencarian informasi kesehatan mempengaruhi perilaku masyarakat terkait keputusan untuk melakukan vaksinasi COVID-19, sehingga peran aspek-aspek yang berkaitan dengan pengolahan informasi positif dalam penggunaan vaksin COVID-19 menjadi penting.

Pencarian informasi dipengaruhi oleh kebutuhan informasi yang diinginkan oleh pengguna. Mayoritas Gen Z lebih banyak mencari informasi melalui media sosial, sedangkan Gen Y dan Gen X lebih sering mencari informasi dari mulut ke mulut atau dari dokter. Jenis informasi yang paling banyak dicari adalah tentang vaksinasi COVID-19, virus COVID-19, panduan perawatan diri selama COVID-19, pencegahan dan penanganan penyakit, dan aksesibilitas vaksin.

Tingkat pengetahuan/literasi kesehatan yang lebih tinggi dan optimal terhadap COVID-19 membutuhkan lebih banyak tindakan pencegahan. Tingkat pengetahuan mempengaruhi reaksi atau respon seseorang sehingga ada kecenderungan untuk melakukan tindakan pencegahan, seperti melakukan vaksinasi, menggunakan masker sesuai anjuran, tinggal di rumah jika mengalami gejala, menggunakan hand sanitizer atau disinfektan lainnya untuk mencuci tangan, mencuci tangan dengan sabun dan air, menjaga jarak, menghindari transportasi umum, menghindari keluar rumah, dan sesedikit mungkin meninggalkan rumah atau bekerja jarak jauh.

Penulis: Muthmainnah, S.KM., M.Kes.
Link : https://currentopinion.be/index.php/co/article/view/282/82